Empat sifat tidak terdapat pada seseorang kecuali pada orang mukmin yaitu:
1 - Diam dan ini ibadat yang pertama.
2 - Tawadhuk.
3 - Dzikrullah atau berzikir.
4 - Tidak berbuat kejahatan.
Enam macam menunjukkan kebodohan yaitu:
1 - Marah tidak pada tempatnya, seperti marah pada seseorang, binatang atau lain-lainnya.
2 - Bicara yang tidak berguna kerana itu seharusnya seorang yang berakal tidak bicara kecuali jika penting dan berguna.
3 - Pemberian yang tidak pada tempatnya seperti pemborosan harta atau memberi kepada orang yang tidak akan berguna baginya.
4 - Membuka rahasia pada semua orang.
5 - Tidak membedakan antara kawan dengan lawan karena itu harus mengetahui siapa musuh dan siapa kawan. Kawan untuk ditaati dan musuh untuk diawasi dan musuh yang utama ialah syaitan laknatullah, yang benar-benar harus dijauhinya.
Lima sifat yang tidak ada pada orang munafiq yaitu:
1 - Pengertian agama.
2 - Berhati-hatilah dalam lidah.
3 - Senyum dimuka.
4 - Nur (terang) dalam hati.
5 - Cinta kepada kaum muslimin.
Diam mengandungi tujuh ribu kebaikan dan tersimpul dalam tujuh kalimat dalam tiap kalimat seribu yaitu:
1 - Diam itu ibadat tanpa susah payah.
2 - Perhiasan tanpa berhias.
3 - Kehebatan tanpa kerajaan.
4 - Benteng tanpa pagar.
5 - Kekayaan tanpa minta maaf kepada orang.
6 - Istirahat bagi kedua Malaikat pencatat amal.
7 - Menutupi segala aib.
Nabi Isa a.s. berkata: "Jangan banyak bicara selain dzikir kepada Allah s.w.t. sebab banyak bicara menyebabkan hati menjadi beku dan hati yang beku itu jauh dari Allah s.w.t. tetapi engkau tidak mengetahui."
Seorang sehabat berkata: "Jika engkau merasa keras hatimu dan lemah badanmu dan berkurang rezekimu, maka ketahuilah bahawa engkau telah bicara yang bukan kepentinganmu."
"Lagu Panggilan Jihad.mp3"
Sabtu, 24 Desember 2011
Sabtu, 17 Desember 2011
Do'a Mohon perlindungan Keselamatan Dan Kelapangan Hati
"Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi."
"Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir."
"Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
Do'a tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.
"Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir."
"Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku."
Do'a tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.
Label:
DO'A
Sabtu, 27 Agustus 2011
Nama-Nama Surah al-Fatihah
Menurut kitab Khazinatul-Asrar karangan al-Ustadz Muhammad Hakky an-Nazily, Surah al-Fatihah ini mempunyai 30 nama.
Nama- nama itu ada yang diambil dari berbagai hadis Nabi mengenai al-Fatihah, dan ada pula yang ditetapkan oleh para sahabat dan Tabi'in.
Nama-nama tersebut adalah:
1- AL-FATIHAH atau FATIHATUL KITAB
Artinya: ialah pembuka atau pembuka kitab, dan nama ini terdapat didalam banyak hadis seperti telah kita sebutkan ini.
2- UMMUL-KITAB
Artinya: induk kitab, dan nama ini juga terdapat di dalam banyak hadis sebagai telah kita sebutkan sesudah ini,UMMUL-kitab diartikan bahwa al-Fatihah mengandung semua persoalan yang terdapat didalam al-Quran, yaitu Ketuhanan, Alam, Akhirat, Ibadah, dan sejarah- sejarah.
3- UMMUL-QURAN
Artinya: Induk al-Quran, juga nama ini terdapat dalam hadis, berbagai pendapat kenapa dinamai UmmulQuran, diantaranya adalah karena al-Fatihah ini isinya dianggap sebagai keringkasan dari isi seluruh al-Quran.
4- AL-QURAN-AL-AZHIM
Artinya: Bacaan Agung, nama ini juga terdapat dalam hadis, dinamakan bacaan agung karena isi al-Fatihah ini semuanya mengenai masalah-masalah yang amat besar atau agung.
5- AS-SABUL MATSANY
Artinya: Tujuh yang Berulang- ulang, nama ini paling banyak tersebut dalam hadis-hadis, dinamakan tujuh, karena memang terdiri dari 7 ayat, dan dikatakan berulang-ulang karena memang bayak ayat-ayatnya dibaca berulang-ulang, baik di dalam ayat-ayat al-Quran lainnya atau dalam shalat atau diluar shalat.
6- AL-WAFIAH
Artinya: Mencakup, karena isinya mencakup seluruh isi al-Quran dan meliputi keterangan-keterangan tententang tuhan dan keterangan-keterangan tentang manusia.
7- AL-WAQIAH
Artinya: Tameng, nama ini diberikan oleh Yahya bin Abu Katsir, karena al-Fatihah ini dapat menamengi (menjaga) orang-orang yang membacanya dari berbagai bahaya dan penyakit, Telah bersabda Rasulullah saw: siapa yang membaca al-Fatihah dan ayat kursi dirumahnya, tidak dapat menimpa kepadanya penyakit 'ain dari manusia atau jin dihari itu. Diriwayatkan oleh AD-DAILAMY dari Imran bin Husain ra.
8- AL-KANZU
Artinya: perbendaharaan, atau tempat yang penuh dengan barang-barang berharga, nama ini diambil dari hadis: Bersabda Rasulullah saw: Allah berfirman bahwa al-Fatihah adalah suatu perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Arasy-Ku.
9- AL-KAFIAH
Artinya: Memadai, karena al-Fatihah ini mencakup semua ayat-ayat dalam al-Quran, dan ayat-ayat lain tidak mencakup akan isi al-Fatihah ini.
Dinamai al-Kafiah berdasarkan sebuah hadis mursal: Bersabda Rasulullah saw: Ummul Quran dapat jadi ganti lainnya, tetapi lainnya tidak dapat menjadi gantinya.
10- AL-ASAS
Artinya: sendi atau dasar, dinamakan dengan nama ini oleh Sufyan bin Uyainah, karena dia dianggapnya sebagai dasar dari al-Quran dan ayat BISMILLAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM dianggapnya sebagai dasar dari al-Fatihah. (Bersambung)
Nama- nama itu ada yang diambil dari berbagai hadis Nabi mengenai al-Fatihah, dan ada pula yang ditetapkan oleh para sahabat dan Tabi'in.
Nama-nama tersebut adalah:
1- AL-FATIHAH atau FATIHATUL KITAB
Artinya: ialah pembuka atau pembuka kitab, dan nama ini terdapat didalam banyak hadis seperti telah kita sebutkan ini.
2- UMMUL-KITAB
Artinya: induk kitab, dan nama ini juga terdapat di dalam banyak hadis sebagai telah kita sebutkan sesudah ini,UMMUL-kitab diartikan bahwa al-Fatihah mengandung semua persoalan yang terdapat didalam al-Quran, yaitu Ketuhanan, Alam, Akhirat, Ibadah, dan sejarah- sejarah.
3- UMMUL-QURAN
Artinya: Induk al-Quran, juga nama ini terdapat dalam hadis, berbagai pendapat kenapa dinamai UmmulQuran, diantaranya adalah karena al-Fatihah ini isinya dianggap sebagai keringkasan dari isi seluruh al-Quran.
4- AL-QURAN-AL-AZHIM
Artinya: Bacaan Agung, nama ini juga terdapat dalam hadis, dinamakan bacaan agung karena isi al-Fatihah ini semuanya mengenai masalah-masalah yang amat besar atau agung.
5- AS-SABUL MATSANY
Artinya: Tujuh yang Berulang- ulang, nama ini paling banyak tersebut dalam hadis-hadis, dinamakan tujuh, karena memang terdiri dari 7 ayat, dan dikatakan berulang-ulang karena memang bayak ayat-ayatnya dibaca berulang-ulang, baik di dalam ayat-ayat al-Quran lainnya atau dalam shalat atau diluar shalat.
6- AL-WAFIAH
Artinya: Mencakup, karena isinya mencakup seluruh isi al-Quran dan meliputi keterangan-keterangan tententang tuhan dan keterangan-keterangan tentang manusia.
7- AL-WAQIAH
Artinya: Tameng, nama ini diberikan oleh Yahya bin Abu Katsir, karena al-Fatihah ini dapat menamengi (menjaga) orang-orang yang membacanya dari berbagai bahaya dan penyakit, Telah bersabda Rasulullah saw: siapa yang membaca al-Fatihah dan ayat kursi dirumahnya, tidak dapat menimpa kepadanya penyakit 'ain dari manusia atau jin dihari itu. Diriwayatkan oleh AD-DAILAMY dari Imran bin Husain ra.
8- AL-KANZU
Artinya: perbendaharaan, atau tempat yang penuh dengan barang-barang berharga, nama ini diambil dari hadis: Bersabda Rasulullah saw: Allah berfirman bahwa al-Fatihah adalah suatu perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Arasy-Ku.
9- AL-KAFIAH
Artinya: Memadai, karena al-Fatihah ini mencakup semua ayat-ayat dalam al-Quran, dan ayat-ayat lain tidak mencakup akan isi al-Fatihah ini.
Dinamai al-Kafiah berdasarkan sebuah hadis mursal: Bersabda Rasulullah saw: Ummul Quran dapat jadi ganti lainnya, tetapi lainnya tidak dapat menjadi gantinya.
10- AL-ASAS
Artinya: sendi atau dasar, dinamakan dengan nama ini oleh Sufyan bin Uyainah, karena dia dianggapnya sebagai dasar dari al-Quran dan ayat BISMILLAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM dianggapnya sebagai dasar dari al-Fatihah. (Bersambung)
Label:
Nasaihul Ibadah
Sabtu, 20 Agustus 2011
Nasihat Berharga Bag 5
1- "Orang pemurah itutidak akan mendurhakai Allah,dan tidaklah pengaruh akhirat akan dikalahkan oleh pengaruh dunia bagi orang yang bijaksana."
2- "Siapa yang menjadikan taqwa sebagai modal utamanya, tentu lidahnya tidak akan bercerita tentang jumlah keuntungan agamanya, dan barang siapayang menjadikan dunia sebagai modal utamanya, tentu lidahnya tidak akan tidak akan bercerita tentang kerugian agamanya."
Barang siapa yang menjaga ketaqwaannya dengan kesiapan menjalankan semua perintah Allah dan kesanggupan menjauhi larangan-Nya, artinya semua tingkah lakunya selalu sejalan dengan ajaran Syara', maka ia akan memperoleh pahala yang tiada bandingnya, sebaliknya orang yang berani melakukan pelanggaran pelanggaran agama, maka baginya celaan/siksa yang tiada terhingga beratnya sehingga lidah sulit menggambarkan sejauh mana beratnya siksaan itu.
2- "Siapa yang menjadikan taqwa sebagai modal utamanya, tentu lidahnya tidak akan bercerita tentang jumlah keuntungan agamanya, dan barang siapayang menjadikan dunia sebagai modal utamanya, tentu lidahnya tidak akan tidak akan bercerita tentang kerugian agamanya."
Barang siapa yang menjaga ketaqwaannya dengan kesiapan menjalankan semua perintah Allah dan kesanggupan menjauhi larangan-Nya, artinya semua tingkah lakunya selalu sejalan dengan ajaran Syara', maka ia akan memperoleh pahala yang tiada bandingnya, sebaliknya orang yang berani melakukan pelanggaran pelanggaran agama, maka baginya celaan/siksa yang tiada terhingga beratnya sehingga lidah sulit menggambarkan sejauh mana beratnya siksaan itu.
Label:
Nasaihul Ibadah
Minggu, 31 Juli 2011
3 Hal yang menyenangkan Rasulullah, Kulafaur rasyidin dan malaikat Jibril
”Apabila Allah SWT menghendaki hamba-Nya menjadi orang baik, maka Dia (Allah SWT) menjadikan hamba itu mengerti agama, menjadikan dia zuhud terhadap dunia dan menjadikan dia menyadari aib-aib dirinya.” (Dikutip dari kitab Nashaihul Ibad, karya tulis Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar Al-Jawi. Dalam edisi berbahasa Indonesia buku ini berjudul : Nasihat Buat Hamba Allah dengan penterjemah : Moh. Syamsi Hasan. Oleh penulisnya (Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar AL-Jawi) buku Nasihat Buat Hamba Allah ini untuk mejelaskan sebuah kitab yang berisi berbagai nasihat adalah karya seorang ulama besar yang populer dengan gelar Ibnu Hajar Al-Asqalami bernama : Al-Alamah Al-Hafizh As-Syekh Syihabuddin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad As-Syafi’i)
Subhanallah! Ketika Allah SWT mengehendaki seorang hamba menjadi manusia yang sempurna, maka Allah menjadikannya sebagai orang yang mengerti persoalan agama, mulai dari masalah – masalah yang pokok sampai ke cabang – cabangnya. Hatinya tetap tenang, sekalipun tangannya hampa tidak menghasilkan rezeki yang dibutuhkan dan mampu melihat aib-aib yang ada pada dirinya. Saudaraku, kita berharap semoga kita menjadi (Insya Allah) hamba-hamba yang dikehendaki Allah SWT menjadi baik, menjadi insan yang sempurna, yang dijadikan (dengan kehendak Allah) menjadi sebagai orang yang mengerti persoalan agama, Amin ! Ya Robbal Alamin.
Beralih kita kepada materi utama kita, bahwa ada tiga hal yang menyejukkan hati, menyenangkan hati, junjungan kita, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu baginda Nabi Besar Muhammad SAW, kemudian para Sahabat terkemuka yang populer dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, mereka adalah Sayyidina Abu Bakar Sidiq ra, Sayyidina Umar Ibnu Khatab ra, Sayyidina Utsman bin Affan ra dan Sayyidina Ali Bin Abu Thalib ra. Dan seorang malaikat yang sangat populer, si pembawa wahyu, dia adalah malaikat Jibril As.
Apa tiga hal yang sangat menyenangkan (sebagai sarana ibadah) serta penyejuk hati insan – insan dan makhluk pilihan Allah ini ?
Rasulullah SAW bersabda :
”Ada tiga hal dari dunia anda ini yang dititahkan menyenangkan kepadaku, yaitu bau harum, wanita, dan dibuat kesejukkan mataku justru dalam sholat.” (Dikutip dari buku Nasihat Buat Hamba Allah, penterjemah : Moh. Syamsi Hasan)
Saudaraku, dalam kitab Majaalisi Ar-Raaiqah oleh : Syekh Khalil Ar-Rasyidi dikatakan bahwa hal tersebut yang terjadi pada Rasulullah SAW bukanlah semata-mata dunia, bahwa sesungguhnya setiap perkara yang dilakukan karena Allah SWT bukanlah dunia semata, seperti sarana yang menjadi sebuah keniscayaan dan tidak bisa tidak, misalnya makanan pokok sebagai sumber kekuatan, tempat tinggal dan pakaian yang diperlukan (yaitu sandang, pangan dan papan). Ketika Nabi SAW menyampaikan sabda tersebut, beliau berada dalam satu majlis bersama para Sahabat terkemuka (Khulafaur Rasyidin).
Lantas saja Sayyidina Abu Bakar Sidiq berkata :
”Benar, ya Rasulullah, didunia ini ada tiga hal yang menyenangkan hatiku, yaitu : Melihat wajah Rasulullah, membelanjakan hartaku untuk Rasulullah dan putriku menjadi istri Rasulullah SAW.”
Mendengar itu, Sahabat Umar Ibnu Khatab pun berkata :
”Anda benar, Wahai Abu Bakar! Di dunia ini ada tiga hal yang menyenangkan hatiku, yaitu Amar makruf (perintah pada yang ma’ruf), nahi mungkar (mencegah dari yang mungkar) dan pakaian yang usang.”
Ket.: Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pada pakaian Sayyidina Umar Ibnu Khatab terdapat empat belas tambalan.
Sementara Sahabat Utsman bin Affan ikut berkata :
”Anda benar, Wahai Umar! Di dunia ini ada tiga hal yang menyenangkan aku, ialah : Memberi makan orang yang kelaparan sampai kenyang, memberi pakaian orang yang tidak berpakaian dan membaca Al-Qur’an.”
Ket.: Didalam sebuah riwayat di terangkan bahwa Sayyidina Utsman bin Affan ra telah menghatamkan Al-Qur’an dalam dua rakaat shalat sunnat dimalam hari.
Selanjutnya Sahabat Ali bin Abu Thalib ra juga berkata :
”Anda benar, wahai Utsman! Didunia ini ada tiga hal (perkara) yang menyenangkan hatiku, yaitu : Melayani tamu, puasa pada waktu cuaca panas dan menghunus pedang menghajar musuh-musuh Allah dimedan perang.”
Ketika mereka sedang berdialog mengenai hal tersebut, tiba-tiba datang Jibril As kepada Nabi SAW seraya malaikat Jibril As berkata :
”Allah SWT yang maha Suci lagi Maha Tinggi mengutus aku ketika Dia (Allah SWT) mendengar ucapan anda semua. Dia (Allah SWT) memerintahkan kepadamu, agar bertanya kepadaku tentang perkara (hal) yang aku senangi, seandainya aku menjadi penduduk bumi.”
Maka Nabi SAW bertanya kepada malaikat Jibril As :
”Wahai Jibril, apakah yang anda senangi seandainya anda menjadi penduduk dunia ? ”
Malaikat Jibril As menjawab :
”Menunjukkan orang-orang yang tersesat pada Jalan yang lurus, bersikap ramah dan menyenangkan terhadap orang-orang yang mengembara yang taat kepada Allah SWT dan khusu’ dalam beribadah kepada-Nya serta menolong kerabat yang sengsara, kesulitan ekonomi (fakir).”
Seterusnya malaikat Jibril As berkata :
”Tuhan, pemilik keagungan, mencintai tiga perkara dari hamba-hamba-Nya, yaitu : Mengerahkan seluruh kekuatan untuk berbakti kepada Allah SWT, menangis ketika sedih karena telah melakukan maksiat dan bersabar ketika tidak punya sesuatu buat memenuhi kebutuhan.” (Dikutip dari buku : Nasihat Buat Hamba Allah. Penterjemah : Moh. Syamsi Hasan.)
Saudaraku sidang pembaca yang berbahagia. Sebelum saya akhiri dakwah saya (lewat tulisan) ini, ingin saya menyampaikan beberapa maqalah nasehat (man’izhah) berupa Akhbar dan Atsar sebagai berikut yaitu tentang perbandingan antara kebaikan Sayyidina Umar Ibnu Khattab ra dan Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra.
Diriwayatkan dari Umar ra, yang dinukil (dikutip) dari Syekh Abdul Mu’thi As-Samlawi, bahwa Nabi SAW bertanya kepada Malaikat Jibril As :
”Jelaskanlah kepadaku tentang kebaikan Umar.”
Lalu Jibril menjawab : ”Seandainya lautan menjadi tinta dan pohon-pohon menjadi penanya, niscaya aku tidak akan mampu menghitungnya.”
Lalu Nabi SAW bertanya lagi kepadanya : ”Jelaskan pula kepadaku tentang kebaikan Abu Bakar.”
Jibril berkata : ”Umar adalah salah satu kebaikan dari kebaikan-kebaikan Abu Bakar.”
Sementara Sayyidina Utsman bin Affan ra berkata setentang : Antara kegelisahan duniawi dan ukhrawi, katanya :
”Bersedih dalam urusan duniawi, membuat hati menjadi gelap sedangkan gelisah dalam urusan akhirat merupakan cahaya hati.”
Lantas apa kata Sahabat Ali bin Abu Thalib ra setentang menuntut ilmu dan berbuat maksiat (durhaka) ? Ujarnya :
”Barangsiapa menuntut (mencari) ilmu, maka syorga mencari dirinya dan barangsiapa berusaha berbuat durhaka (maksiat), maka nerakalah yang memburunya.” (Dua maqalah (Atsar) tersebut diatas dikutip dari buku : Nasihat Buat Hamba Allah Penterjemah : Moh. Syamsi Hasan.)
Subhanallah! Ketika Allah SWT mengehendaki seorang hamba menjadi manusia yang sempurna, maka Allah menjadikannya sebagai orang yang mengerti persoalan agama, mulai dari masalah – masalah yang pokok sampai ke cabang – cabangnya. Hatinya tetap tenang, sekalipun tangannya hampa tidak menghasilkan rezeki yang dibutuhkan dan mampu melihat aib-aib yang ada pada dirinya. Saudaraku, kita berharap semoga kita menjadi (Insya Allah) hamba-hamba yang dikehendaki Allah SWT menjadi baik, menjadi insan yang sempurna, yang dijadikan (dengan kehendak Allah) menjadi sebagai orang yang mengerti persoalan agama, Amin ! Ya Robbal Alamin.
Beralih kita kepada materi utama kita, bahwa ada tiga hal yang menyejukkan hati, menyenangkan hati, junjungan kita, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu baginda Nabi Besar Muhammad SAW, kemudian para Sahabat terkemuka yang populer dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, mereka adalah Sayyidina Abu Bakar Sidiq ra, Sayyidina Umar Ibnu Khatab ra, Sayyidina Utsman bin Affan ra dan Sayyidina Ali Bin Abu Thalib ra. Dan seorang malaikat yang sangat populer, si pembawa wahyu, dia adalah malaikat Jibril As.
Apa tiga hal yang sangat menyenangkan (sebagai sarana ibadah) serta penyejuk hati insan – insan dan makhluk pilihan Allah ini ?
Rasulullah SAW bersabda :
”Ada tiga hal dari dunia anda ini yang dititahkan menyenangkan kepadaku, yaitu bau harum, wanita, dan dibuat kesejukkan mataku justru dalam sholat.” (Dikutip dari buku Nasihat Buat Hamba Allah, penterjemah : Moh. Syamsi Hasan)
Saudaraku, dalam kitab Majaalisi Ar-Raaiqah oleh : Syekh Khalil Ar-Rasyidi dikatakan bahwa hal tersebut yang terjadi pada Rasulullah SAW bukanlah semata-mata dunia, bahwa sesungguhnya setiap perkara yang dilakukan karena Allah SWT bukanlah dunia semata, seperti sarana yang menjadi sebuah keniscayaan dan tidak bisa tidak, misalnya makanan pokok sebagai sumber kekuatan, tempat tinggal dan pakaian yang diperlukan (yaitu sandang, pangan dan papan). Ketika Nabi SAW menyampaikan sabda tersebut, beliau berada dalam satu majlis bersama para Sahabat terkemuka (Khulafaur Rasyidin).
Lantas saja Sayyidina Abu Bakar Sidiq berkata :
”Benar, ya Rasulullah, didunia ini ada tiga hal yang menyenangkan hatiku, yaitu : Melihat wajah Rasulullah, membelanjakan hartaku untuk Rasulullah dan putriku menjadi istri Rasulullah SAW.”
Mendengar itu, Sahabat Umar Ibnu Khatab pun berkata :
”Anda benar, Wahai Abu Bakar! Di dunia ini ada tiga hal yang menyenangkan hatiku, yaitu Amar makruf (perintah pada yang ma’ruf), nahi mungkar (mencegah dari yang mungkar) dan pakaian yang usang.”
Ket.: Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pada pakaian Sayyidina Umar Ibnu Khatab terdapat empat belas tambalan.
Sementara Sahabat Utsman bin Affan ikut berkata :
”Anda benar, Wahai Umar! Di dunia ini ada tiga hal yang menyenangkan aku, ialah : Memberi makan orang yang kelaparan sampai kenyang, memberi pakaian orang yang tidak berpakaian dan membaca Al-Qur’an.”
Ket.: Didalam sebuah riwayat di terangkan bahwa Sayyidina Utsman bin Affan ra telah menghatamkan Al-Qur’an dalam dua rakaat shalat sunnat dimalam hari.
Selanjutnya Sahabat Ali bin Abu Thalib ra juga berkata :
”Anda benar, wahai Utsman! Didunia ini ada tiga hal (perkara) yang menyenangkan hatiku, yaitu : Melayani tamu, puasa pada waktu cuaca panas dan menghunus pedang menghajar musuh-musuh Allah dimedan perang.”
Ketika mereka sedang berdialog mengenai hal tersebut, tiba-tiba datang Jibril As kepada Nabi SAW seraya malaikat Jibril As berkata :
”Allah SWT yang maha Suci lagi Maha Tinggi mengutus aku ketika Dia (Allah SWT) mendengar ucapan anda semua. Dia (Allah SWT) memerintahkan kepadamu, agar bertanya kepadaku tentang perkara (hal) yang aku senangi, seandainya aku menjadi penduduk bumi.”
Maka Nabi SAW bertanya kepada malaikat Jibril As :
”Wahai Jibril, apakah yang anda senangi seandainya anda menjadi penduduk dunia ? ”
Malaikat Jibril As menjawab :
”Menunjukkan orang-orang yang tersesat pada Jalan yang lurus, bersikap ramah dan menyenangkan terhadap orang-orang yang mengembara yang taat kepada Allah SWT dan khusu’ dalam beribadah kepada-Nya serta menolong kerabat yang sengsara, kesulitan ekonomi (fakir).”
Seterusnya malaikat Jibril As berkata :
”Tuhan, pemilik keagungan, mencintai tiga perkara dari hamba-hamba-Nya, yaitu : Mengerahkan seluruh kekuatan untuk berbakti kepada Allah SWT, menangis ketika sedih karena telah melakukan maksiat dan bersabar ketika tidak punya sesuatu buat memenuhi kebutuhan.” (Dikutip dari buku : Nasihat Buat Hamba Allah. Penterjemah : Moh. Syamsi Hasan.)
Saudaraku sidang pembaca yang berbahagia. Sebelum saya akhiri dakwah saya (lewat tulisan) ini, ingin saya menyampaikan beberapa maqalah nasehat (man’izhah) berupa Akhbar dan Atsar sebagai berikut yaitu tentang perbandingan antara kebaikan Sayyidina Umar Ibnu Khattab ra dan Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra.
Diriwayatkan dari Umar ra, yang dinukil (dikutip) dari Syekh Abdul Mu’thi As-Samlawi, bahwa Nabi SAW bertanya kepada Malaikat Jibril As :
”Jelaskanlah kepadaku tentang kebaikan Umar.”
Lalu Jibril menjawab : ”Seandainya lautan menjadi tinta dan pohon-pohon menjadi penanya, niscaya aku tidak akan mampu menghitungnya.”
Lalu Nabi SAW bertanya lagi kepadanya : ”Jelaskan pula kepadaku tentang kebaikan Abu Bakar.”
Jibril berkata : ”Umar adalah salah satu kebaikan dari kebaikan-kebaikan Abu Bakar.”
Sementara Sayyidina Utsman bin Affan ra berkata setentang : Antara kegelisahan duniawi dan ukhrawi, katanya :
”Bersedih dalam urusan duniawi, membuat hati menjadi gelap sedangkan gelisah dalam urusan akhirat merupakan cahaya hati.”
Lantas apa kata Sahabat Ali bin Abu Thalib ra setentang menuntut ilmu dan berbuat maksiat (durhaka) ? Ujarnya :
”Barangsiapa menuntut (mencari) ilmu, maka syorga mencari dirinya dan barangsiapa berusaha berbuat durhaka (maksiat), maka nerakalah yang memburunya.” (Dua maqalah (Atsar) tersebut diatas dikutip dari buku : Nasihat Buat Hamba Allah Penterjemah : Moh. Syamsi Hasan.)
Senin, 04 Juli 2011
Nasihat Berharga Bag 4
1- "Menyusahkan diri semata mata karena dunia adalah kegelapan hati, dan menyusahkan diri semata-mata karena akhirat adalah penerang dalam hati".
Kandungan statemen di atas bahwa berduka citadalam hal-hal yang bersifat keduniaan akan menjadikan kegelapan hati seseorang, sedangkan berduka cita dalam hal-hal yang berhubungan dengan akhirat, Hati akan menjadi terang.
YA ALLAH, kami mohon, janganlah Engkau menjadikan penghidupan kami di dunia ini menjadi tujuan yang utama, tetapi jadikanlah itu sebagai jembatan menuju akhirat,
2- "Barangsiapa yang menuntut ilmu sama halnya ia mencari syurga. dan barang siapa yang berbuat maksiat/dosa sama halnya ia mencari neraka".
Seseorang yang bersusah payah menuntut ilmu manfaatyang wajib di ketahui oleh orang-orang yang berakal, maka sesungguhnya ia mencari amal untuk surga dengan ridho ALLAH Swt. dan barang siapa yang selalu berbuat dosa, maka sama halnya mencari-cari pintu neraka dan berusaha memperoleh murka ALLAH Swt.
Kandungan statemen di atas bahwa berduka citadalam hal-hal yang bersifat keduniaan akan menjadikan kegelapan hati seseorang, sedangkan berduka cita dalam hal-hal yang berhubungan dengan akhirat, Hati akan menjadi terang.
YA ALLAH, kami mohon, janganlah Engkau menjadikan penghidupan kami di dunia ini menjadi tujuan yang utama, tetapi jadikanlah itu sebagai jembatan menuju akhirat,
2- "Barangsiapa yang menuntut ilmu sama halnya ia mencari syurga. dan barang siapa yang berbuat maksiat/dosa sama halnya ia mencari neraka".
Seseorang yang bersusah payah menuntut ilmu manfaatyang wajib di ketahui oleh orang-orang yang berakal, maka sesungguhnya ia mencari amal untuk surga dengan ridho ALLAH Swt. dan barang siapa yang selalu berbuat dosa, maka sama halnya mencari-cari pintu neraka dan berusaha memperoleh murka ALLAH Swt.
Label:
Nasaihul Ibadah
Senin, 13 Juni 2011
Ibadah Nabi Muhammad saw di bulan Sya’ban
Sungguh berkata Sayyidatina Aisyah ra :
Belum pernah Nabi saw melakukan puasa sunnah pada suatu bulan pun sebanyak puasa sunnah beliau saw dibulan Sya'ban, dan sungguh beliau saw pernah melakukan puasa Sya'ban sebulan penuh, dan beliau saw bersabda : "Beramallah dari amal amal semampu kalian, sungguh Allah swt tidak pernah bosan hingga kalian sendiri yg bosan", dan shalat sunnah yg paling disukai Nabi saw adalah yg dilakukan dg berkesinambungan walaupun sedikit, dan beliau saw jika melakukan shalat sunnah maka beliau saw mendawamkannya. (Shahih Bukhari)
Betapa mulianya bulan sya'ban karena Rasul saw memperbanyak ibadah di bulan sya'ban diantaranya puasa. Dengan memperbanyak puasa di bulan sya'ban itulah, Rasul saw mengajarkan umatnya. Belum pernah beliau memperjuangankan banyak berpuasa sunnah melebihi di bulan sya'ban. Isyarat Ilahiyyah dari perbuatan Sang Nabi saw yang sangat mengetahui letak waktu – waktu mulia dan waktu – waktu yang lebih mulia dari sebagian waktu lainnya. Seraya mengambil waktu – waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah yang tentunya telah menjadikan isyarat yang jelas bagi kita bahwa waktu – waktu tersebut sangat dimuliakan Allah.
Jika waktu tersebut sangat dimuliakan Allah, maka disitulah kesempatan bagi kita mengambil kesempatan untuk memperbanyak doa, munajat dan ibadah. Karena disaat – saat yang dimuliakan Allah itu, barangkali kita mendapatkan anugerah yang lebih dari waktu lainnya.
Bulan Sya'ban AlMukarram (Almukarram : yg dimuliakan) menyimpan kemuliaan yang banyak diantaranya adalah turunnya firman Allah "Innallaha wa malaikatahu yushalluuna alannabiy, yaa ayyuhalladzina'amanu shalluu alaihi wa sallimuu tasliimaa" QS. Al-Ahzab:56.) Ayat ini turun di bulan Sya'ban, maka bulan Sya'ban disebut bulan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Karena dibulan Sya'ban inilah Allah menurunkan firman tersebut bagi seluruh mukminin mukminat hingga akhir zaman untuk memperbanyak shalawat kepada Sang Nabi saw.
Dan di bulan Sya'ban itu pula terjadinya perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsa menuju Masjidil Haram di Makkah Al Mukarramah. Turunnya ayat Aku telah melihat engkau menginginkan kiblat yang mengarah ke tempat yang lain dari Masjidil Aqsa (wahai Muhammad), maka kami akan menghadapkan kiblatmu ke arah yang engkau inginkan (yaitu Masjidil Haram). Maka Sang Nabi saw mengarahkan kiblatnya menuju Masjidil Haram dan kemudian turun ayat penyempurnanya, "maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram".(QS Al Baqarah 144) Sya'ban merupakan Kesempurnaan Allah Swt, muncul padanya kepada Sayyidina Muhammad Saw yang mana bulan Rajab adalah bulan kemuliaan shalat.
Shalat masih berlanjut terus menghadap ke Masjidil Aqsa dan kemudian di bulan Sya'ban, belasan bulan setelah diwajibkannya shalat itu maka dihadapkanlah kiblat itu ke Masjidil Haram sampai saat ini. Dan kejadian itu di bulan Sya'ban.
Dan bulan Sya'ban pula mempunyai kemuliaan agung yaitu malam Nishfu Sya'ban yang di malam itu Allah Swt memuliakan hamba- hambaNya dan disunnahkan padanya memperbanyak doa dan munajat. Sebagaimana dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Syafi'i alaihi rahmatullah bahwa berbeda pendapat ulama tentang malam lailatul qadr, sebagian mengatakan di bulan Ramadhan, sebagian mengatakan di malam nishfu sya'ban.
Namun tentunya pendapat yang lebih kuat "lailatul qadr adalah di bulan Ramadhan". Namun ada juga pendapat yang mengatakn malam nishfu sya'ban mempunyai kemuliaan seperti malam lailatul qadr. Dan di malam nishfu sya'ban pula Allah Swt memberikan kesempatan kepada hamba- hambaNya dengan berganti amal kitab setiap tahunnya. Amal kitab pahalanya dan dosanya yang diganti setiap tahun. Agenda dosa dan pahala itu diganti oleh Allah mulai malam 15 sya'ban dan disitu disunnahkan untuk memperbanyak ibadah.
Muncul pertanyaan kepada saya, tentang amal – amal yang paling baik di malam nishfu sya' ban? Sebagian para ulama mengajarkan shalat 100 rakaat dan lainnya. Belum saya temukan ada 1 dalil yang shahih mendukung shalat 100 rakaat di malam nishfu sya'ban. Akan tetapi hal itu terikat kepada sunnahnya memperbanyak ibadah di malam nishfu sya'ban. Maka apakah itu berupa memperbanyak ibadah shalat sunnah, memperbanyak doa, memperbanyak membaca Alqur'an, dan semua itu hal yang baik dilakukan di malam nishfu sya'ban. Malam – malam agung itu telah menanti kita, kemuliaan – kemuliaan itu menanti kita dan kemudian akan datanglah Ramadhan AlMukarram.
Kita teruskan riwayat hadits Sang Nabi saw, Rasul saw bersabda sebagaimana ucapan Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha bahwa Rasul kemudian bersabda "khudzuu minal amal ma tuthiqun" ambillah dari amal pahala itu semampu kalian. Bila mampu 1 bulan penuh berpuasa di bulan sya'ban, berpuasalah. Bila tidak mampu ambillah semampunya, 1 hari, 2 hari, berapa pun semampunya ambillah semampunya hal – hal yang sunnah hingga usia kita dan jasad kita menyaksikan lewatnya hari – hari kita didalam sunnah Muhammad Rasulullah Saw. (lalu keterusan hadits tsb) "Innallaha la yamillu hatta tamilluu" sungguh Allah tiada akan pernah bosan sampai kalian sendiri yang bosan.
Maksudnya apa? Kalau kita tidak bosan – bosannya maka hal itu baik., namun Allah tidak ada padanya sifat bosan. Menunjukkan setiap pendosa yang selalu bertaubat, Allah tidak akan bosan menerima taubatnya. Setiap orang yang bersalah memohon maaf kepada Allah, Allah tidak akan bosan memaafkannya. Setiap hamba yang berdoa siang dan malam, Allah tidak akan bosan mendengar doanya.
Hamba yang beribadah siang dan malam, Allah tiada akan pernah bosan untuk menerima ibadah hamba-Nya. Manusia memiliki sifat bosan. Akan kita berharap kepada Allah agar Allah membenahi kita untuk tidak bosan beribadah, untuk tidak bosan bertaubat, untuk tidak bosan membenahi diri kita dan Rasul saw diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha bahwa Rasul saw bersabda (kelanjutan hadits tsb) "ahabbusshalat ilannabiy shallallahu alaihi wa sallam ma duwima alaihi" amal yang paling dicintai oleh Sang Nabi saw adalah shalat sunnah yang dikerjakan berkesinambungan.
Bahwa Rasul itu kalau melakukan suatu shalat sunnah, tidak lagi meninggalkannya.
Sering bisikan syaitan membisikkan telinga kita untuk tidak banyak beramal. Jangan banyak – banyak beramal, nanti kau tidak bisa mendawamkannya. Sungguh itu bisikan syaitan, kita layaknya mengambil amal yang semampunya, seringannya untuk tidak kita tinggalkan dan boleh menambahkan amal sebanyak – banyaknya di waktu senggang kita, walaupun sering tertinggalkan tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
Tetapi ada amal – amal yang sangat ringan, yang selalu dijaga, yang tidak pernah ditinggalkan baik dalam keadaan safar atau dalam keadaan di rumah, dalam kesibukkan kerja, dalam keadaan sakit, tetap dikerjakan. Ada yang menjaga shalawat kepada Nabi saw yiatu 100X setiap harinya, shalawat 100X tidak akan makan waktu 10 menit dari 24 jam. Tidak sempat pagi, siang, sore, maghrib, isya, subuh, lewat 1 hari 1 malam, bisa di qadha esoknya.
"Ahabbusshalat ilannabiy shallallahu alaihi wa sallam ma duwima alaihi" amal yang paling dicintai oleh Sang Nabi saw adalah shalat sunnah yang dikerjakan berkesinambungan. Kita mempunyai waktu 24 jam, lihatlah mana waktu yang paling senggang pada hari – harimu. Saya lebih santai di waktu maghrib, ambil 2 rakaat ba'diyah Isya, saya tidak punya waktu shalat sunnah qabliyah - ba'diyah, shalat fardhu saja curi – curi waktu karena sibuk bekerja, ambil 2 rakaat saja, barangkali qabliyah subuh 2 rakaat atau ba'diyah maghrib 2 rakaat.
Waktu yang jelas engkau disitu tidak sibuk, ambil 2 rakaat saja. 2 rakaat dulu jangan ditinggalkan, kalau ada waktu boleh qabliyah dhuhur 4 rakaat, ba'diyah dhuhur 4 rakaat, qabliyah ashar 4 rakaat, maghrib tambah awwabin 6 rakaat, qabliyah isya 4 rakaat, ba'diyah isya 4 rakaat, boleh ditambah tapi punya 1 waktu yang tidak kita tinggalkan dari hal yang sunnah Nabi Muhammad Saw. Yang 2 rakaat jangan tinggalkan, yang lainnya di saat senggang, lakukan atau disaat kita sibuk bisa kita tinggalkan karena hal itu sunnah.
Tetapi ada amal – amal yang kita pegang walaupun hal itu ringan tapi itu tidak kita tinggalkan sebagai pencapaian cinta Nabi Muhammad Saw yang pasti padanya kecintaan Allah Swt.
Demikian ringan dan mudahnya Nabi saw mengajarkan kepada kita, maka kita sudah berada di akhir bulan Rajab untuk membenahi kehidupan dan hari – hari kita sebaik - baiknya, membenahi jiwa kita sebaik – baiknya, mempersiapkan diri masuk ke bulan sya'ban dengan kemuliaan, mempersiapkan diri sampai ke gerbang Ramadhan dengan seindah – indah keadaan.
Allah Swt tiada henti – hentinya memuliakan hamba-Nya dengan kemuliaan yang ia dambakan, kemuliaan di dunia dan kemuliaan akhirat adalah milik Allah. Firman Allah: Allah itu memberikan kewibawaan dan kemuliaan pada yang dikehendakinya dan Allah Maha Mencabutnya dari yang dikehendakinya.
Belum pernah Nabi saw melakukan puasa sunnah pada suatu bulan pun sebanyak puasa sunnah beliau saw dibulan Sya'ban, dan sungguh beliau saw pernah melakukan puasa Sya'ban sebulan penuh, dan beliau saw bersabda : "Beramallah dari amal amal semampu kalian, sungguh Allah swt tidak pernah bosan hingga kalian sendiri yg bosan", dan shalat sunnah yg paling disukai Nabi saw adalah yg dilakukan dg berkesinambungan walaupun sedikit, dan beliau saw jika melakukan shalat sunnah maka beliau saw mendawamkannya. (Shahih Bukhari)
Betapa mulianya bulan sya'ban karena Rasul saw memperbanyak ibadah di bulan sya'ban diantaranya puasa. Dengan memperbanyak puasa di bulan sya'ban itulah, Rasul saw mengajarkan umatnya. Belum pernah beliau memperjuangankan banyak berpuasa sunnah melebihi di bulan sya'ban. Isyarat Ilahiyyah dari perbuatan Sang Nabi saw yang sangat mengetahui letak waktu – waktu mulia dan waktu – waktu yang lebih mulia dari sebagian waktu lainnya. Seraya mengambil waktu – waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah yang tentunya telah menjadikan isyarat yang jelas bagi kita bahwa waktu – waktu tersebut sangat dimuliakan Allah.
Jika waktu tersebut sangat dimuliakan Allah, maka disitulah kesempatan bagi kita mengambil kesempatan untuk memperbanyak doa, munajat dan ibadah. Karena disaat – saat yang dimuliakan Allah itu, barangkali kita mendapatkan anugerah yang lebih dari waktu lainnya.
Bulan Sya'ban AlMukarram (Almukarram : yg dimuliakan) menyimpan kemuliaan yang banyak diantaranya adalah turunnya firman Allah "Innallaha wa malaikatahu yushalluuna alannabiy, yaa ayyuhalladzina'amanu shalluu alaihi wa sallimuu tasliimaa" QS. Al-Ahzab:56.) Ayat ini turun di bulan Sya'ban, maka bulan Sya'ban disebut bulan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Karena dibulan Sya'ban inilah Allah menurunkan firman tersebut bagi seluruh mukminin mukminat hingga akhir zaman untuk memperbanyak shalawat kepada Sang Nabi saw.
Dan di bulan Sya'ban itu pula terjadinya perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsa menuju Masjidil Haram di Makkah Al Mukarramah. Turunnya ayat Aku telah melihat engkau menginginkan kiblat yang mengarah ke tempat yang lain dari Masjidil Aqsa (wahai Muhammad), maka kami akan menghadapkan kiblatmu ke arah yang engkau inginkan (yaitu Masjidil Haram). Maka Sang Nabi saw mengarahkan kiblatnya menuju Masjidil Haram dan kemudian turun ayat penyempurnanya, "maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram".(QS Al Baqarah 144) Sya'ban merupakan Kesempurnaan Allah Swt, muncul padanya kepada Sayyidina Muhammad Saw yang mana bulan Rajab adalah bulan kemuliaan shalat.
Shalat masih berlanjut terus menghadap ke Masjidil Aqsa dan kemudian di bulan Sya'ban, belasan bulan setelah diwajibkannya shalat itu maka dihadapkanlah kiblat itu ke Masjidil Haram sampai saat ini. Dan kejadian itu di bulan Sya'ban.
Dan bulan Sya'ban pula mempunyai kemuliaan agung yaitu malam Nishfu Sya'ban yang di malam itu Allah Swt memuliakan hamba- hambaNya dan disunnahkan padanya memperbanyak doa dan munajat. Sebagaimana dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Syafi'i alaihi rahmatullah bahwa berbeda pendapat ulama tentang malam lailatul qadr, sebagian mengatakan di bulan Ramadhan, sebagian mengatakan di malam nishfu sya'ban.
Namun tentunya pendapat yang lebih kuat "lailatul qadr adalah di bulan Ramadhan". Namun ada juga pendapat yang mengatakn malam nishfu sya'ban mempunyai kemuliaan seperti malam lailatul qadr. Dan di malam nishfu sya'ban pula Allah Swt memberikan kesempatan kepada hamba- hambaNya dengan berganti amal kitab setiap tahunnya. Amal kitab pahalanya dan dosanya yang diganti setiap tahun. Agenda dosa dan pahala itu diganti oleh Allah mulai malam 15 sya'ban dan disitu disunnahkan untuk memperbanyak ibadah.
Muncul pertanyaan kepada saya, tentang amal – amal yang paling baik di malam nishfu sya' ban? Sebagian para ulama mengajarkan shalat 100 rakaat dan lainnya. Belum saya temukan ada 1 dalil yang shahih mendukung shalat 100 rakaat di malam nishfu sya'ban. Akan tetapi hal itu terikat kepada sunnahnya memperbanyak ibadah di malam nishfu sya'ban. Maka apakah itu berupa memperbanyak ibadah shalat sunnah, memperbanyak doa, memperbanyak membaca Alqur'an, dan semua itu hal yang baik dilakukan di malam nishfu sya'ban. Malam – malam agung itu telah menanti kita, kemuliaan – kemuliaan itu menanti kita dan kemudian akan datanglah Ramadhan AlMukarram.
Kita teruskan riwayat hadits Sang Nabi saw, Rasul saw bersabda sebagaimana ucapan Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha bahwa Rasul kemudian bersabda "khudzuu minal amal ma tuthiqun" ambillah dari amal pahala itu semampu kalian. Bila mampu 1 bulan penuh berpuasa di bulan sya'ban, berpuasalah. Bila tidak mampu ambillah semampunya, 1 hari, 2 hari, berapa pun semampunya ambillah semampunya hal – hal yang sunnah hingga usia kita dan jasad kita menyaksikan lewatnya hari – hari kita didalam sunnah Muhammad Rasulullah Saw. (lalu keterusan hadits tsb) "Innallaha la yamillu hatta tamilluu" sungguh Allah tiada akan pernah bosan sampai kalian sendiri yang bosan.
Maksudnya apa? Kalau kita tidak bosan – bosannya maka hal itu baik., namun Allah tidak ada padanya sifat bosan. Menunjukkan setiap pendosa yang selalu bertaubat, Allah tidak akan bosan menerima taubatnya. Setiap orang yang bersalah memohon maaf kepada Allah, Allah tidak akan bosan memaafkannya. Setiap hamba yang berdoa siang dan malam, Allah tidak akan bosan mendengar doanya.
Hamba yang beribadah siang dan malam, Allah tiada akan pernah bosan untuk menerima ibadah hamba-Nya. Manusia memiliki sifat bosan. Akan kita berharap kepada Allah agar Allah membenahi kita untuk tidak bosan beribadah, untuk tidak bosan bertaubat, untuk tidak bosan membenahi diri kita dan Rasul saw diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha bahwa Rasul saw bersabda (kelanjutan hadits tsb) "ahabbusshalat ilannabiy shallallahu alaihi wa sallam ma duwima alaihi" amal yang paling dicintai oleh Sang Nabi saw adalah shalat sunnah yang dikerjakan berkesinambungan.
Bahwa Rasul itu kalau melakukan suatu shalat sunnah, tidak lagi meninggalkannya.
Sering bisikan syaitan membisikkan telinga kita untuk tidak banyak beramal. Jangan banyak – banyak beramal, nanti kau tidak bisa mendawamkannya. Sungguh itu bisikan syaitan, kita layaknya mengambil amal yang semampunya, seringannya untuk tidak kita tinggalkan dan boleh menambahkan amal sebanyak – banyaknya di waktu senggang kita, walaupun sering tertinggalkan tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
Tetapi ada amal – amal yang sangat ringan, yang selalu dijaga, yang tidak pernah ditinggalkan baik dalam keadaan safar atau dalam keadaan di rumah, dalam kesibukkan kerja, dalam keadaan sakit, tetap dikerjakan. Ada yang menjaga shalawat kepada Nabi saw yiatu 100X setiap harinya, shalawat 100X tidak akan makan waktu 10 menit dari 24 jam. Tidak sempat pagi, siang, sore, maghrib, isya, subuh, lewat 1 hari 1 malam, bisa di qadha esoknya.
"Ahabbusshalat ilannabiy shallallahu alaihi wa sallam ma duwima alaihi" amal yang paling dicintai oleh Sang Nabi saw adalah shalat sunnah yang dikerjakan berkesinambungan. Kita mempunyai waktu 24 jam, lihatlah mana waktu yang paling senggang pada hari – harimu. Saya lebih santai di waktu maghrib, ambil 2 rakaat ba'diyah Isya, saya tidak punya waktu shalat sunnah qabliyah - ba'diyah, shalat fardhu saja curi – curi waktu karena sibuk bekerja, ambil 2 rakaat saja, barangkali qabliyah subuh 2 rakaat atau ba'diyah maghrib 2 rakaat.
Waktu yang jelas engkau disitu tidak sibuk, ambil 2 rakaat saja. 2 rakaat dulu jangan ditinggalkan, kalau ada waktu boleh qabliyah dhuhur 4 rakaat, ba'diyah dhuhur 4 rakaat, qabliyah ashar 4 rakaat, maghrib tambah awwabin 6 rakaat, qabliyah isya 4 rakaat, ba'diyah isya 4 rakaat, boleh ditambah tapi punya 1 waktu yang tidak kita tinggalkan dari hal yang sunnah Nabi Muhammad Saw. Yang 2 rakaat jangan tinggalkan, yang lainnya di saat senggang, lakukan atau disaat kita sibuk bisa kita tinggalkan karena hal itu sunnah.
Tetapi ada amal – amal yang kita pegang walaupun hal itu ringan tapi itu tidak kita tinggalkan sebagai pencapaian cinta Nabi Muhammad Saw yang pasti padanya kecintaan Allah Swt.
Demikian ringan dan mudahnya Nabi saw mengajarkan kepada kita, maka kita sudah berada di akhir bulan Rajab untuk membenahi kehidupan dan hari – hari kita sebaik - baiknya, membenahi jiwa kita sebaik – baiknya, mempersiapkan diri masuk ke bulan sya'ban dengan kemuliaan, mempersiapkan diri sampai ke gerbang Ramadhan dengan seindah – indah keadaan.
Allah Swt tiada henti – hentinya memuliakan hamba-Nya dengan kemuliaan yang ia dambakan, kemuliaan di dunia dan kemuliaan akhirat adalah milik Allah. Firman Allah: Allah itu memberikan kewibawaan dan kemuliaan pada yang dikehendakinya dan Allah Maha Mencabutnya dari yang dikehendakinya.
Label:
Mauidhoh Hasanah
Langganan:
Postingan (Atom)