"Lagu Panggilan Jihad.mp3"
Tampilkan postingan dengan label Dosa Besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dosa Besar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juli 2010

MENGADU DOMBA

Janganlah suka mengadu domba, karena perbuatan itu termasuk dosa besar. Apakah selama ini engkau suka mengabarkan kabar bohong yang engkau buat-buat kepada orang lain, agar mereka menjadi bermusuhan? Tindakan mengadu domba termasuk fitnah yang cukup membahayakan bagi tatanan sosial bermasyarakat.

Jangan engkau menjatuhkan martabat orang lain sehingga mereka saling menjatuhkan dan benci-membenci. Akibat perbuatan adu domba, antar manusia berkelahi, antar kelompok menjadi bertengkar dan tak menutup kemungkinan terjadi pertumpahan darah.

Orang yang suka mengadu domba cenderung menjadi munafik, karena ia bermuka dua. Ia mendatangi seseorang dengan muka lain, kemudian kepada orang lainnya juga dengan muka lain, Ia suka memutarbalikkan fakta. Oleh karena itu jauhilah sebisa mungkin perbuatan adu domba.

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yangbanyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kesana kemari menghambur finah. QS. Al Qalam ayat 10-11

Sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Jama'ah dan Ibnu Khuzaimah.

Sesungguhnya Penghuni dua kubur ini disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena masalah besar tetapi karena dosa besar, salah satu dari keduanya adalah karena tidak mau bersuci sehabis kencing, sedang yang lain adalah karena berjalan kesana kemari dengan menyebarkan fitnah.

Sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah:

Kalian akan menjumpai sejelek-jeleknya manusia yaitu yang mempunyai dua muka yakni orang yang datang pada suatu kaum dengan satu muka dan datang pada suatu kaum yang lain dengan muka satu muka yang lain. Dan barang siapa yang mempunyai dua lisan di dunia maka sesungguhnya Allah pada hari kiamat akan menjadikan baginya dua lisan di neraka di hari kiamat.

Sabda Rasulullah saw. yang diriwayat oleh Abu Daud dan At Turmudzi:

Tidak akan masuk surga orang yang suka menghamburkan fitnah.

Minggu, 04 Juli 2010

PRASANGKA BURUK

Apakah selama ini engkau suka menyelidiki aib orang lain. Apakah engkau tertarik jika saudaramu mempunyai sesuatu yang buruk dan engkau terdorong untuk mengetahuinya, lalu membicarakan keburukan itu kepada orang lain? Itulah yang dinamakan tajassus.

Tajassus adalah menyelidiki cacat, aib atau cela orang lain untuk dibicarakan didepan oarang banyak atau membuka rahasia sesama muslim, padahal rahasia sesama muslim itu harus dirahasiakan. Perbuatan yang semacam ini tergolong perbuatan dosa, karena sangat bertentangan dengan Al-quran dan hadis Rasulullah saw. Disamping itu perbuatan tajassus itu dapat memecah belah persaudaraan sesama muslim. Oleh karena itu hendaknya jangan membiasakan diri melakukan tajassus.

Allah SWT berfirman:

dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (QS 49 :12).

Namun makna yang tersirat dalam hadist ini yang juga sangat penting; disatu sisi ialah Rasulullah saw ingin melindungi kehormatan diri seorang muslim dari segala prasangka dan tuduhan yang tak berdasar. Dan disisi lain ingin menegaskan bahwa tidak akan ada keharmonisan/ukhuwah dalam masyarakat islam manakala prasangka dibiarkan merebak ditengah-tengah masyarakat.

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagaian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagaian kalian menggunjing sebagaian yang lain. QS. Al Hujarat ayat 12

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw: bersabda:

Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, sesungguhnya berburuk sangka itu termasuk perkataan yang paling dusta. Dan jangan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan buruk sangka, jangan membuat rangsangan dalam penawaran barang, jangan benci-membenci, belakang-membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim untuk mengucil saudaranya lebuh dari tiga hari. HR. Bukhari dan Muslim.

Kita dapat membaca dan memahami makna eksplisit hadist dan ayat Al-Qur’an tersebut secara jelas, yakni, ia berbicara tentang suatu aktifitas yang senantiasa dilakukan, ditayangkan, dipromosikan oleh kita pada umumnya dan media pada khususnya, ya … itu adalah gosip atau ngomongin orang atau kalau boleh kita katakan ghibah/gosip ialah hobi memakan bangkai manusia. Nau’dzubillah!

Ayat dan hadis dia atas menunjukkan bahwa berburuk sangka atau menyelidiki aib, cacat, atau rahasia orang itu sangat dilarang oleh agama, bila hal itu dikerjakan maka akan mendapat dosa dan kelak pada hari kiamat akan mendapatkan siksa dari Allah swt.

Selasa, 22 Juni 2010

MENOLAK TAKDIR ALLAH

Apabila engkau tidak mengakui bahwa segala peristiwa, baik yang menimpa dirimu atau orang lain di dunia ini atas kehendak Allah, maka berarti engkau telah melawan/menolak takdir, Misalnya, engkau tidak mengakui bahwa musibah yang menimpa dirimu atau keluargamu itu atas kehendak-Nya. Atau, keberhasilanmu dalam meraih sesuatu kau akui sebagai jerih payahmu semata tanpa menganggap campur tangan kekuasaan Allah.

Takdir Adalah ketetapan Allah atas segala makhluk yang telah diciptakan-Nya, Makhluk hanya bisa berusaha/berikhtiar, sedangkan Allah yang menentukan hasil akhir, Jika engkau menolak takdir, maka berarti dirimu telah masuk dalam kubangan dosa besar.

Sesungguhnya banyak keterangan, baik dalam Al Qur'an maupun Hadits tentang takdir Allah swt. Yakin bahwa takdir itu Allah yang berkendak adalah merupakan salah satu dari enam rukun iman. Jika engkau menolak takdir, berarti keimananmu tidak sempurna.

Menolak takdir maksudnya marah, tidak suka, menyatakan tidak puas hati dan yang paling ringan ialah mengeluh tanda tidak rela, Sebaik-baik orang yang bercinta ialah dia ridha dengan perbuatan kekasihnya. Apakah perbuatan Allah semuanya baik untuk makhluk-Nya? Ya! Sesungguhnya Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya melainkan mereka memilih kezaliman itu sendiri. Ada hikmah di sebalik musibah dan mesti ada kebaikan yang masih tersembunyi bagi mereka yang rela dan sabar. Segala takdir manusia itu berada pada ketentuan ilmu Allah, tiada seorang hamba mengetahui rahasia takdir Allah.

“Apabila kamu ditimpa musibah janganlah kamu katakan: “Sungguh seandainya saya berbuat begini, nescaya akan jadi begini dan begini, tetapi katakanlah: Ini semua ketentuan Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, sesungguhnya ungkapan ’seandainya’ itu membuka peluang bagi perbuatan syaitan.” (Hadis riwayat Imam Muslim)

Doa Dapat Menolak Takdir

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ


“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Selasa, 01 Juni 2010

Mengungkit Ungkit Pemberian

Engkau memberi sedekah tetapi kemudian menyebut - nyebut amalmu itu di hadapan orang dan menyebut pula sifulan yang engkau beri, maka perbuatanmu itu adalah dosa besar.

Imam Ibnu Katsir mengatakan,"Artinya janganlah kalian membatalkan pahala sedekah kalian dengan menyakiti dan mengungkit-ungkitnya, sebagaimana tidak bernilainya sedekah orang riya. Orang yang riya adalah yang menampakkan sikap dihadapan orang lain bahwa dia ikhlas dalam beramal, padahal maksud sebenarnya adalah agar dia dipuji oleh orang lain atau agar tenar dengan sifat-sifat terpuji sehingga banyak orang yang mengagumi. Atau agar disebut sebagai orang dermawan dan maksud-maksud keduniawian lainnya. Orang yang riya tidak memiliki perhatian untuk taat kepada Allah, mencari ridha-Nya dan mengharap pahala-Nya yang berlimpah. Oleh karena itu, Allah berfirman yang artinya, "Dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir." (QS. Al-Baqarah:164).

Yang namanya sedekah atau apa pun bentuknya jika engkau lakukan tanpa pamrih, maka itulah yang dinilai Allah sebagai amal mulia. Allah akan membalasmu dengan pahala berlipat ganda.Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilang (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). QS. Al Baqarah 264


Sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Daud, At Turmudzi, An Nasai dan Ibnu Majah dari Abu Dzar:

Ada tiga golongan dimana Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) mensucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih, maka Rasulullah saw. membaca ayat 77 dari surat Ali Imran tersebut di ulang tiga kali, lalu Abu Dzar berkata: Tiga golongan itu tertipu dan merugi, wahai Rasulullah! siapakah mereka itu?, Rasulullah menjawab: (yaitu) orang yang memanjangkan pakaiannya, karena sombong, orang yang menyebut-nyebut pemberiannya dan orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu. HR. Imam Muslim, Abu Daud, At Turmudzi, An Nasai dan Ibnu Majah.

Tidak akan masuk surga orang yang menipu dan bakhil (pahit) serta orang yang biasa menyebut-nyebut pemberian. HR. Ahmad dan At Turmudzi

Mereka telah berpaling dari beribadah kepada Dzat yang ibadah tersebut mampu mendatangkan manfaat untuk mereka sendiri. Oleh karenanya, Allah palingkan hati mereka dari hidayah. Mengingat hal tersebut, Allah mengakhiri ayat diatas denagn firmannya, yang artinya,"Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Lihat tafsir As-Sa"di,hal 113-114)

Kamis, 20 Mei 2010

Berkata Bohong

Apakah engkau terbiasa melakukan kedustaan atau berkata-kata bohong? Jika benar, maka hendaknya engkau segera menghentikan kebiasaan buruk itu. Berkata bohong memang seringkali mengasyikkan. Tetapi tahukah engkau bahwa perbuatan itu tergolong dosa yang sangat besar.

Apabila dirimu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya, maka itulah yang disebut bohong. Agama islam sangat mencela perbuatan keji tersebut karena kebohongan dapat merugikan berbagai pihak, termasuk dirimu sendiri.

Apabila engkau terbiasa berkata bohong dan orang lain tahu ketidak jujuranmu, maka kepercayaan mereka terhadapmu akan hilang. Artinya, engkau tak akan lagi dipercaya meskipun kata-katamu itu sesungguhnya benar.

Kebohongan dapat merugikan dirimu didunia maupun akhirat. Orang yang suka berbohong, di akhirat akan mendapat siksa dari Allah swt.

Kemudian kita sama-sama berdoa kepada Allah dan memohon agar supaya laknat Allah di timpahkan kepada orang-orang yang berbuat bohong.QS.Ali Imron 61

Dan jika ia seorang pembohong maka dialah yang menanggung (dosa) bohongnya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagaian (musibah) yang di ancamkanNya kepada kalian akan menimpa sebagaian kalian. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi pembohong. QS.Al Mukmin 28

Di samping itu, ada pula beberapa hadis yang perlu juga untuk engkau renungkan agar tidak terbiasa melakukan kebohongan. Misalnya hadis berasal dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Jauhilah kepada kalian akan berprasangka buruk, karena berprasangka buruk itu sebohonbohong perkataan. HR. Bukhari dan Muslim

Kemudian hadis dari Abu Mas'ud ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Sesungguhnya berkata benar menuntun kepada kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menuntun ke surga, dan sesungguhnya seorang laki-laki akan senantiasa berkata benar sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang berkata benar. Dan sesungguhnya bohong itu menuntun kepada kedosaan dan sesungguhnya kedosaan itu menuntun ke neraka, dan sesungguhnya seorang laki-laki akan dicatat di sisi Allah sebagai pembohong.

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. juga menganggap pembohong itu dalam kebinasaan.

Celakalah berkata-kata dengan kata-kata yang menyebabkan manusia menertawakannya padahal ia berbohong, celakalah baginya, celakalah baginya, celakalah baginya. HR. Imam Ahmad dan Turmudi

Jelaslah bahwa berkata bohong itu dapat mencelakakan dan memasukkan kedalam neraka dan benar-benar diperintahkan untuk dijauhinya, karena itu berkata bohong ternasuk perbuatan dosa dan juga termasuk salah satu dari ciri-ciri orang munafiq.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis Rasulullah saw:

Cir-ciri orang munafiq itu ada tiga, meskipun ia shalat, puasa dan ia orang Islam yaitu: apabila berkata ia berbohong, apabila berjanji mengingkari dan apabila ia dipercaya berkhianat. HR. Imam Muslim dan Bukhari

Kamis, 06 Mei 2010

Berdusta Atas Nama Allah



berbohong adalah perbuatan dosa, kita juga menyadari kebohongan adalah perbuatan tercela. namun ada dosa yang lebih besar daripada berbohong, yaitu jika engkau bersumpah dengan kebohonganmu lalu menyebut nama Allah, artinya untuk meyakinkan orang lain bahwa diri kita tidak berbohong maka kata2 yg kita ucapkan mengatasnamakan Allah.

bentuk kebohongan ini misalnya engkau menyampaikan sesuatu hukum dalam islam, tetapi hukum itu bukan dari Allah dan Rosulullah. sesungguhnya banyak orang yg memutarbalikkan ayat2 dan menerjemahkan sesuai dengan kepentingan golongannya, partainya atau kepentingan pribadinya, ini sungguh termasuk dosa besar.

oleh karena itu jangan sekali-kali membawa-bawa ayat Allah maupun ucapan Rosulullah hanya untuk kepentingan golongan maupun pribadi, Agama jangan dibuat untuk kepentingan berpolitik, jika Agama dijadikan sarana untuk kepentingan itu, maka yang haram menjadi halal dan yang halal menjadi haram.

Bukankah ayat2 Allah dan sabda Rosululloh itu bertujuan untuk mengatur kebaikan bagi semua ummat, maka jelaskanlah kepada mereka tentang amar makruf nahi mungkar.

Ingat ancaman Allah Swt bagi orang yang mendustakan kebenaran dengan mengatasnamakan Allah Swt.

Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berdusta terhadap Allah, maka mereka menjadi hitam, bukankah dalam neraka jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyomngkan diri. (QS. Az Zumar 60).

Ingatlah bahwa tempat orang-orang yang mendustakan nama nama Allah adalah berada di neraka jahannam dengan menerima siksa yang amat pedih.

Sabtu, 01 Mei 2010

SYIRIK

Janganlah engkau menganggap benda atau sesuatu itu mempunyai kekuatan magis. Janganlah menganggap hal-hal seperti itu dapat memberimu rejeki atau melindungimu. Sebab hal itu termasuk syirik. Syirik adalah perbuatan yang mana engkau menganggap sesuatu selain Allah itu mempunyai kekuasaaan. Orang yang berbuat syirik, baik perbuatan maupun keyakinan, disebut musyrik.

"Orang yang mati dalam keadaan musyrik tiada pengampunan dari Allah. Dosanya akan mengantarkan dirinya ke dalam neraka selama-lamanya. Dalam Al Quran banyak ayat-ayat yang menerangkan larangan berbuat demikian. (QS. Al Kahfi 110)".

"Maka barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia melakukan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.

"Dan sembahlah Allah janganlah mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. (QS. An Nisa 76)".

"Dan [ingatlah], ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah [dengan mengatakan]; Janganlah kalian memperserikatkan sesuatu apapun dengan Aku dan sucikanlah rumahku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat, orang-orang yang ruku' dan orang-orang yang sujud.(QS Al Haj 26)".

Maka jangan kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.

Jauhilah tujuh macam dosa besar yaitu; Mensekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar [haq], memakan harta anak yatim, memakan riba, melarikan diri pada hari peperangan dan menuduh zina pada wanita yang terhormat dan beriman. HR. Bukhari Muslim

Maukah kalian aku tunjukkan dosa yang paling besar? Beliau mengulangi hingga tiga kali, lalu kami menjawab, baiklah wahai Rasulullah, beliau bersabda; Mensekutukan Allah, berani kepada ibu bapak, lalu beliau duduk dan bersabda lagi; Ingatlah pada perkataan dusta dan sumpah palsu. Lalu beliau mengulanginya terus manerus hingga kami berharap agar beliau berhenti atau diam. HR. Bukhari Muslim

Apa kamu tiada takut jika Allah swt. mengancammu dengan siksa dan sanksi yang sangat berat apabila dirimu tenggelam dalam kemusyrikkan. Sesungguhnya Allah mengancam orang-orang musyrik dengan siksa yang berat Orang musyrik tidak akan diampuni dosanya. Naudzubillah.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik itu), bagi siapa yang di kehendakinya. Barang siapa yang mensekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa' 48)".

Bahkan sedikit saja dihatimu terlintas bahwa selain Allah swt. mempunyai kekuatan dan kekuasan yang engkau yakini, maka amal kebaikanmu menjadi sia-sia. Allah menolak amal kebaikkan meskipun sebesar gunung dan seluas lautan.

" Dan sugguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelum kamu, jika kamu berbuat syirik, niscaya amalmu akan dihapus dan kamu termasuk golongan orang-orang yang merugi. (QS. Az Zumar 65)".

Tidakkah engkau takut terhadap neraka jahanam. Sebuah tempat yang buruk kelak di hari kiamat. Tempat orang-orang yang menyekutukan Allah swt. dengan sesuatu yang lainnya.

Sesungguanya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka tempat mereka adalah neraka, tidaklah bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun.

"Orang musryrik juga dianggap kotor hatinya sehingga dilarang untuk memasukki daerah Masjiddil haram. Sedemikan benci Allah kepada oang yang musyrik. (QS. Al Maidah 72)".

"Wahai orang-orang yang beriman, bahwasanya orang-orang syirik itu najis, maka janganlah mereka mendekatkan Masjiddil haram setelah tahun ini. (QS. At Taubah 28)".

Jelaslah bagimu, betapa mengerikan ancaman Allah kepada orang-orang musyrik. Syirik hendaknya dijauhi dan jangan sekali-kali hatimu terlintas sedikit pun dari sifat itu Bahkan terhadap orang musyrik. engkau harus menjauhinya Agar dirimu tidak ikut larut dalam kebiasannya.

"Ikutlah terhadap apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Dia; dan berpaling dari orang-orang syirik. (QS. Al An 'am 106)".

Tidakkah engkau juga takut jika engkau tidak mendapatkan syafaatnya dari Nabi Muhammad saw. kelak di akhir jaman. Sebab orang-orang musyrik tidak akan mendapatkan doa keselamatan dari nabi Allah.

Adapun orang-orang yang tergolong syirik itu banyak sekali tanda-tanda atau ciri-ciri, misalnya menganggap ada Tuhan selain Allah dan menyebabkan, serta dijadikannya selain Allah itu sebagai tujuan hidupanya, meyakini dengan ikrar yang mantap bahwa Allah itu beranak dan diperanakkan serta Allah itu mempunyai istri, percaya dan yakin dengan ucapan para ahli nujum, juru bade, dukun, dan sebagainya, yang jelas yang menurut hawa nafsu mereka dan mereka enggan untuk menunaikkan zakat serta tidak percaya akan kehidupan nanti.

"Dan celakalah bagi orang-orang yang syirik (musyrik), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikkan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.( QS. Fushsilat 6-7)"

Pengikut