Asmaul Husna merupakan amalan yang bermanfaat dan mempunyai nilai yang tak terhingga tingginya. “Allah memiliki Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf: 180) Katakanlah, “serulah Allah atau serulah ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu menyeru-Nya, maka bagi-Nya nama-nama yang baik.” (QS. Al Isra’: 110)
Sebelum membahas tentang rahasia dibalik nama nama Allah itu, kita kaji terlebih dahulu makna terdalam dari Asma'ul Husna satu persatu:
21 - Al Qaabidh
Artinya Yang Menyempitkan Rizqi. Disamping Allah maha memberi rizqi, Dia pun Maha Menyempitkan rizqi. Urusan rizqi sesungguhnya adalah hak Allah. Sepenuhnya Allah punya kewenangan untuk membagikan rizqi-Nya. Dia-lah yang memberi rizqi kepada siapa saja yang dikehendaki dan Dia pula yang menyempitkan rizqi siapa saja yang Dia inginkan.
22 - Al Baasith
Artinya Yang Melapangkan Rizqi. Dia-lah yang melapangkan rizqi bagi makhluk-Nya. Dia-lah yang memberi keanugrahan banyak rizqi kepada makhluk-makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Seseorang yang mendapatkan kelapangan rizqi sesungguhnya bukan atas dasar hasil kerja kerasnya, melainkan hal itu adalah karena dilapangkannya rizqinya oleh Allah.
23 - Al Khaafidh
Artinya Yang merendahkan Derajat. Dia-lah Dzat yang menurunkan derajat seseorang menurut kehendak-Nya begitu juga Dia-lah yang meninggikan derajat seseorang dengan kehendak-Nya.
24 - Ar Raafi'
Artinya Yang Meninggikan Derajat. Dia-lah Dzat yang meninggikan derajat orang yang dikehendaki-Nya. Tidak ada satupun kekuatan yang bisa mencegah kehendak Allah dalam meninggikan derajat hamba-Nya. Dia-lah yang punya kemuliaan derajat sekaligus Dia-lah yang akan memberikan ketinggian derajat itu kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
25 - Al Mu'iz
Artinya Yang Memuliakan. Dia-lah Dzat yang memberi kemuliaan derajat dan kekuatan serta kemenangan kepada hamba-Nya.
26 - Al Mudzil
Artinya Yang menghinakan. Dia-lah Dzat yang merendahkan serta menghinakan kepada makhluk-Nya. Jika Allah sudah merendahkan derajat seorang hamba, maka tak ada satupun selain-Nya yang mampu memuliakannya. Merendahkan derajat atau meninggikannya dan memuliakan derajat atau merendahkannya adalah sepenuhnya atas kehendak Allah.
Allah berfirman :
" Katakanlah, " Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau Kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. " ( QS. Ali Imran : 26 )
27 - As Samii'
Artinya Yang Maha Mendengar. Dia-lah Dzat Yang Maha Mendengar. Segala suara segala ucapan bahkan segala bisikan baik yang terkatakan maupun yang tersembunyi dalam hati.
28 - Al Bashiir
Artinya Yang Maha Melihat. Dia-lah Dzat yang melihat segala yang ada, yang nampak maupun yang tidak, yang terselubung maupun yang nyata, dan yang dzahir maupun yang batin dan yang konkrit maupun yang abstrak.
29 - Al Hakam
Artinya Yang Memberi Keputusan. Allah adalah Dzat yang membuat keputusan dan memutuskan segala hal yang ada. Disini Allah adalah Sang Pembuat hukum. Segala aturan Allah-lah yang menentukan.
Rasulullah SAW bersabda :
" Sesungguhnya Allah adalah Al Hakam, dan Kepada-Nyalah hukum diputuskan "
30 - Al 'Adl
Artinya Yang Maha Adil Allah adalah Dzat Yang Maha adil. Keadilan Allah tak bisa diukur dengan keadilan yang berlaku pada kehidupan manusia. Keadilan yang diberlakukan Allah adalah keadilan yang benar-benar adil tanpa ada hal-hal lain yang mempengaruhi keadilan-Nya. ( Bersambung )
"Lagu Panggilan Jihad.mp3"
Senin, 28 Juni 2010
Selasa, 22 Juni 2010
MENOLAK TAKDIR ALLAH
Apabila engkau tidak mengakui bahwa segala peristiwa, baik yang menimpa dirimu atau orang lain di dunia ini atas kehendak Allah, maka berarti engkau telah melawan/menolak takdir, Misalnya, engkau tidak mengakui bahwa musibah yang menimpa dirimu atau keluargamu itu atas kehendak-Nya. Atau, keberhasilanmu dalam meraih sesuatu kau akui sebagai jerih payahmu semata tanpa menganggap campur tangan kekuasaan Allah.
Takdir Adalah ketetapan Allah atas segala makhluk yang telah diciptakan-Nya, Makhluk hanya bisa berusaha/berikhtiar, sedangkan Allah yang menentukan hasil akhir, Jika engkau menolak takdir, maka berarti dirimu telah masuk dalam kubangan dosa besar.
Sesungguhnya banyak keterangan, baik dalam Al Qur'an maupun Hadits tentang takdir Allah swt. Yakin bahwa takdir itu Allah yang berkendak adalah merupakan salah satu dari enam rukun iman. Jika engkau menolak takdir, berarti keimananmu tidak sempurna.
Menolak takdir maksudnya marah, tidak suka, menyatakan tidak puas hati dan yang paling ringan ialah mengeluh tanda tidak rela, Sebaik-baik orang yang bercinta ialah dia ridha dengan perbuatan kekasihnya. Apakah perbuatan Allah semuanya baik untuk makhluk-Nya? Ya! Sesungguhnya Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya melainkan mereka memilih kezaliman itu sendiri. Ada hikmah di sebalik musibah dan mesti ada kebaikan yang masih tersembunyi bagi mereka yang rela dan sabar. Segala takdir manusia itu berada pada ketentuan ilmu Allah, tiada seorang hamba mengetahui rahasia takdir Allah.
“Apabila kamu ditimpa musibah janganlah kamu katakan: “Sungguh seandainya saya berbuat begini, nescaya akan jadi begini dan begini, tetapi katakanlah: Ini semua ketentuan Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, sesungguhnya ungkapan ’seandainya’ itu membuka peluang bagi perbuatan syaitan.” (Hadis riwayat Imam Muslim)
Doa Dapat Menolak Takdir
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)
Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)
Takdir Adalah ketetapan Allah atas segala makhluk yang telah diciptakan-Nya, Makhluk hanya bisa berusaha/berikhtiar, sedangkan Allah yang menentukan hasil akhir, Jika engkau menolak takdir, maka berarti dirimu telah masuk dalam kubangan dosa besar.
Sesungguhnya banyak keterangan, baik dalam Al Qur'an maupun Hadits tentang takdir Allah swt. Yakin bahwa takdir itu Allah yang berkendak adalah merupakan salah satu dari enam rukun iman. Jika engkau menolak takdir, berarti keimananmu tidak sempurna.
Menolak takdir maksudnya marah, tidak suka, menyatakan tidak puas hati dan yang paling ringan ialah mengeluh tanda tidak rela, Sebaik-baik orang yang bercinta ialah dia ridha dengan perbuatan kekasihnya. Apakah perbuatan Allah semuanya baik untuk makhluk-Nya? Ya! Sesungguhnya Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya melainkan mereka memilih kezaliman itu sendiri. Ada hikmah di sebalik musibah dan mesti ada kebaikan yang masih tersembunyi bagi mereka yang rela dan sabar. Segala takdir manusia itu berada pada ketentuan ilmu Allah, tiada seorang hamba mengetahui rahasia takdir Allah.
“Apabila kamu ditimpa musibah janganlah kamu katakan: “Sungguh seandainya saya berbuat begini, nescaya akan jadi begini dan begini, tetapi katakanlah: Ini semua ketentuan Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, sesungguhnya ungkapan ’seandainya’ itu membuka peluang bagi perbuatan syaitan.” (Hadis riwayat Imam Muslim)
Doa Dapat Menolak Takdir
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)
Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)
Label:
Dosa Besar
Sabtu, 19 Juni 2010
Jangan Merasa Diri paling Shaleh
”Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”(QS, al-Hujurat [49]: 13)
Dua orang laki-laki bersaudara. Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap di jalan perintis kemerdekaan,kawalu TASIKMALAYA :-))
Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.
Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang ustadz. jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.
Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.
Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.
Kemudian berturut-turut sang kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.
Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.
Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.
Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, ” Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. “
Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.
Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.
Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:
“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,
Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku,
Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,
Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku
di dunia dan akhirat.”
Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.
Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.
Cerita ini begitu menyen.......tuh , semoga dapat menjadikan hikmah bagi kita semua,Amiiin
copas note: OM GAN
Dua orang laki-laki bersaudara. Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap di jalan perintis kemerdekaan,kawalu TASIKMALAYA :-))
Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.
Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang ustadz. jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.
Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.
Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.
Kemudian berturut-turut sang kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.
Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.
Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.
Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, ” Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. “
Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.
Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.
Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:
“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,
Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku,
Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,
Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku
di dunia dan akhirat.”
Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.
Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.
Cerita ini begitu menyen.......tuh , semoga dapat menjadikan hikmah bagi kita semua,Amiiin
copas note: OM GAN
Label:
Kisah Teladan
Peringatan Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat
Ada beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi shallallaahu alaihi wasallam yang merupakan peringatan bagi orang yang meninggal-kan shalat dan mengakhirkannya dari waktu yang semes-tinya, di antaranya:
Allah ‘Azzauta/alla berfirman:
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (Adz-Dzariyat 55)
“Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,(“A l-A’la: 9)
“Maka berilah peringatan,karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang memberi peringatan (AL Ghosiyah:21)
Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:
"Perjanjian antara kita dengan mereka (orang munafik) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka sesungguhnya ia telah kafir." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasai, hadits shahih)
Barangsiapa menjaga shalatnya maka shalat tersebut akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat nanti. Dan barangsiapa tidak men-jaga shalatnya, maka dia tidak akan memiliki cahaya, tidak pula bukti serta tidak akan selamat. Kemudian pada hari Kiamat nanti dia akan (dikumpulkan) ber-sama-sama dengan Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay Ibnu Khalaf." (HR. Ahmad, At-Thabrani dan Ibnu Hibban, hadits shahih) "
Agar semua mengetahui bahwa Allah menciptakan makhluk-NYA supaya mereka beribadah kepada-NYA dan mentaati-NYA,dan tidaklah Allah menciptakan makhluk-NYA kemudian di biarkan begitu saja atau sekedar iseng(sia-sia).Akan tetapi ironisnya, sebagian manusia mulai meremehkan urusan-urusan dien-nya dan mulai merebaklah dosa-dosa besar,dosa-dosa kecil dan bid`ah,kemudian hal itu semakin bertambah hingga tak seorangpun dapat mengelak darinya melainkan orang yang di rahmati Allah.Pada kesempatan kali ini saya akan berbicara tentang dosa besar yang termasuk dosa paling besar,yakni meninggalkan sholat dengan sengaja.yang mana kta hidup sedangkan orang yang serumah dengan kita,satu kantor dengan kita ada yang tidak mengerjakan sholat,sedang kita tidak mengingatkannya,tak menasehatinya.
Allah ‘Azzauta/alla berfirman:
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (Adz-Dzariyat 55)
“Oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,(“A l-A’la: 9)
“Maka berilah peringatan,karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang memberi peringatan (AL Ghosiyah:21)
Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:
"Perjanjian antara kita dengan mereka (orang munafik) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka sesungguhnya ia telah kafir." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasai, hadits shahih)
Barangsiapa menjaga shalatnya maka shalat tersebut akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat nanti. Dan barangsiapa tidak men-jaga shalatnya, maka dia tidak akan memiliki cahaya, tidak pula bukti serta tidak akan selamat. Kemudian pada hari Kiamat nanti dia akan (dikumpulkan) ber-sama-sama dengan Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay Ibnu Khalaf." (HR. Ahmad, At-Thabrani dan Ibnu Hibban, hadits shahih) "
Agar semua mengetahui bahwa Allah menciptakan makhluk-NYA supaya mereka beribadah kepada-NYA dan mentaati-NYA,dan tidaklah Allah menciptakan makhluk-NYA kemudian di biarkan begitu saja atau sekedar iseng(sia-sia).Akan tetapi ironisnya, sebagian manusia mulai meremehkan urusan-urusan dien-nya dan mulai merebaklah dosa-dosa besar,dosa-dosa kecil dan bid`ah,kemudian hal itu semakin bertambah hingga tak seorangpun dapat mengelak darinya melainkan orang yang di rahmati Allah.Pada kesempatan kali ini saya akan berbicara tentang dosa besar yang termasuk dosa paling besar,yakni meninggalkan sholat dengan sengaja.yang mana kta hidup sedangkan orang yang serumah dengan kita,satu kantor dengan kita ada yang tidak mengerjakan sholat,sedang kita tidak mengingatkannya,tak menasehatinya.
Label:
TUNTUNAN SHALAT
Selasa, 15 Juni 2010
Keutamaan Shalat
Sesungguhnya shalat adalah tiang agama, dan shalat merupakan pilar terkuat dalam rukun Islam yang lima setelah syahadat. Dan posisi shalat dalam agama bagaikan posisi kepala pada tubuh seseorang. Seperti halnya seseorang takkan hidup tanpa kepala, maka seseorang tidak dianggap beragama tanpa melaksanakan shalat. Demikianlah keterangan yang terdapat dalam hadits
Shalat adl ibadah yg utama dan berpahala sangat besar. Banyak hadits-hadits yg menerangkan hal itu akan tetapi dalam kesempatan ini kita cukup menyebutkan beberapa di antaranya sebagai berikut
1. Ketika Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam ditanya tentang amal yang paling utama, beliau menjawab:
"Shalat pada waktunya". (Muttafaq 'alaih)
2. Sabda Rasulullahshallallaahu alaihi wasallam :
"Bagaimana pendapat kamu sekalian, seandainya di depan pintu masuk rumah salah seorang di antara kamu ada sebuah sungai, kemudian ia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran yang melekat di badannya?" Para sahabat menjawab: "Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di badannya." Bersabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: "Maka begitu pulalah perumpamaan shalat lima kali sehari semalam, dengan shalat itu Allah akan menghapus semua dosa." (Muttafaq 'alaih)
3. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam
"Tidak ada seorang muslim pun yang ketika shalat fardhu telah tiba kemudian dia berwudhu' dengan baik dan memperbagus kekhusyu'annya (dalam shalat) serta ru-ku'nya, terkecuali hal itu merupakan penghapus dosanya yang telah lalu selama dia tidak melakukan dosa besar, dan hal itu berlaku sepanjang tahun itu." (HR. Muslim)
4. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:
"Pokok segala perkara itu adalah Al-Islam dan tonggak Islam itu adalah shalat, dan puncak Islam itu adalah jihad di jalan Allah." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih)
Allah swt berfirman, “Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan munkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-badah yang lain).”
Shalat adl ibadah yg utama dan berpahala sangat besar. Banyak hadits-hadits yg menerangkan hal itu akan tetapi dalam kesempatan ini kita cukup menyebutkan beberapa di antaranya sebagai berikut
1. Ketika Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam ditanya tentang amal yang paling utama, beliau menjawab:
"Shalat pada waktunya". (Muttafaq 'alaih)
2. Sabda Rasulullahshallallaahu alaihi wasallam :
"Bagaimana pendapat kamu sekalian, seandainya di depan pintu masuk rumah salah seorang di antara kamu ada sebuah sungai, kemudian ia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran yang melekat di badannya?" Para sahabat menjawab: "Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di badannya." Bersabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: "Maka begitu pulalah perumpamaan shalat lima kali sehari semalam, dengan shalat itu Allah akan menghapus semua dosa." (Muttafaq 'alaih)
3. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam
"Tidak ada seorang muslim pun yang ketika shalat fardhu telah tiba kemudian dia berwudhu' dengan baik dan memperbagus kekhusyu'annya (dalam shalat) serta ru-ku'nya, terkecuali hal itu merupakan penghapus dosanya yang telah lalu selama dia tidak melakukan dosa besar, dan hal itu berlaku sepanjang tahun itu." (HR. Muslim)
4. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:
"Pokok segala perkara itu adalah Al-Islam dan tonggak Islam itu adalah shalat, dan puncak Islam itu adalah jihad di jalan Allah." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih)
Allah swt berfirman, “Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan munkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-badah yang lain).”
Label:
TUNTUNAN SHALAT
Minggu, 13 Juni 2010
Hukum Shalat
Shalat hukumnya fardhu bagi setiap orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan kita untuk mendirikan shalat, sebagai-mana disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'anul Karim. Di antaranya adalah firman Allah Ta'ala:
"Maka dirikanlah shalat itu, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (An-Nisa': 103)
"Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar)." (Al-Baqarah: 238)
Dan Rasulullah menempatkannya sebagai rukun yang kedua di antara rukun-rukun Islam yang lima, seba-gaimana sabdanya yang berbunyi:
"Islam itu dibangun berdasarkan rukun yang lima; yaitu: Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusanNya, mendirikan shalat, membayar zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)
Oleh karena itulah, maka orang yang meninggalkan shalat itu hukumnya kafir dan dilaksanakan hukum bunuh terhadapnya, sedangkan orang yang melalaikan shalat dihukumi sebagai orang fasik.
"Maka dirikanlah shalat itu, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (An-Nisa': 103)
"Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar)." (Al-Baqarah: 238)
Dan Rasulullah menempatkannya sebagai rukun yang kedua di antara rukun-rukun Islam yang lima, seba-gaimana sabdanya yang berbunyi:
"Islam itu dibangun berdasarkan rukun yang lima; yaitu: Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusanNya, mendirikan shalat, membayar zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)
Oleh karena itulah, maka orang yang meninggalkan shalat itu hukumnya kafir dan dilaksanakan hukum bunuh terhadapnya, sedangkan orang yang melalaikan shalat dihukumi sebagai orang fasik.
Label:
TUNTUNAN SHALAT
Keutamaan Ayat Kursi
Ayat Kursi yang sangat istimewa dan mengandungi pemahaman tauhid pada ultimate level (tauhid al-wujud). Begitu istimewanya sehingga Sayidina Ali tidak pernah melewatkan malam tanpa membaca ayat Kursi,Apa lagi kita yang mempunyai banyak kelemahan, dosa-dosa dan pelbagai penyakit kalbu. Sudah tentulah kita harus lebih banyak membaca dan mengamalkan ayat kursi untuk membentengi diri kita dari pelbagai kejahatan jin mahupun manusia,
Dapat menjauhkan diri kita dari godaan setan, terutama jika dibaca sebelum tidur, Dimudahkan masuk ke dalam jannah bagi yang membacanya.
Dalam kisah lain diriwayatkan Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa si jin mengatakan:
مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ
“Barangsiapa membacanya ketika sore, ia akan dilindungi dari kami sampai pagi. Barangsiapa membacanya ketika pagi, ia akan dilindungi sampai sore.” (HR. ath-Thabrani)
Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ
“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.” (HR. ath-Thabrani)
Ayat kursi dianjurkan juga untuk dibaca setiap ba’da sholat lima waktu. Jika seseorang melaziminya, maka ini menjadi garansi bagainya untuk dapat meraih jannah, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut:
Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi dipenghujung setiap sholat maka tidak ada yang menghalangi orang tersebut dengan surga kecuali maut.
Ayat kursi merupakan ayat Al Qur’an yang paling agung.
Hal ini sebagaimana hasil dialog yang dilakukan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Mundzir Radhiyallahu anhu :
“Dari Ubay bin Kaab ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hai Abu Mundzir, tahukah engkau ayat mana dari AL Qur’an yang menurutmu paling agung? Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bertanya lagi: ” Hai Abu Mundzir, tahukah engkau ayat mana dari Al Qur’an yang menurutmu paling agung? Aku menjawab: “Allahu Laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuum.” Ia (Abu Mundzir) berkata: “Lalu beliaupun menepuk dadaku seraya berkata: “Demi Allah, mudah-mudahan engkau dimudahkan untuk memperoleh ilmu hai Abu Mundzir.” (HR. Muslim )
“…tiada kehidupan untuk hati, tidak ada kesenangan dan ketenangan baginya, kecuali dengan mengenal Rabbnya, Sesembahan dan Penciptanya, dengan Asma’, Sifat dan Af’al (perbuatan)-Nya, dan seiring dengan itu mencintai-Nya lebih dari yang lain, dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya tanpa yang lain…”
Dapat menjauhkan diri kita dari godaan setan, terutama jika dibaca sebelum tidur, Dimudahkan masuk ke dalam jannah bagi yang membacanya.
Dalam kisah lain diriwayatkan Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa si jin mengatakan:
مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ
“Barangsiapa membacanya ketika sore, ia akan dilindungi dari kami sampai pagi. Barangsiapa membacanya ketika pagi, ia akan dilindungi sampai sore.” (HR. ath-Thabrani)
Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ
“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.” (HR. ath-Thabrani)
Ayat kursi dianjurkan juga untuk dibaca setiap ba’da sholat lima waktu. Jika seseorang melaziminya, maka ini menjadi garansi bagainya untuk dapat meraih jannah, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut:
Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi dipenghujung setiap sholat maka tidak ada yang menghalangi orang tersebut dengan surga kecuali maut.
Ayat kursi merupakan ayat Al Qur’an yang paling agung.
Hal ini sebagaimana hasil dialog yang dilakukan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Mundzir Radhiyallahu anhu :
“Dari Ubay bin Kaab ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hai Abu Mundzir, tahukah engkau ayat mana dari AL Qur’an yang menurutmu paling agung? Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bertanya lagi: ” Hai Abu Mundzir, tahukah engkau ayat mana dari Al Qur’an yang menurutmu paling agung? Aku menjawab: “Allahu Laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qayyuum.” Ia (Abu Mundzir) berkata: “Lalu beliaupun menepuk dadaku seraya berkata: “Demi Allah, mudah-mudahan engkau dimudahkan untuk memperoleh ilmu hai Abu Mundzir.” (HR. Muslim )
“…tiada kehidupan untuk hati, tidak ada kesenangan dan ketenangan baginya, kecuali dengan mengenal Rabbnya, Sesembahan dan Penciptanya, dengan Asma’, Sifat dan Af’al (perbuatan)-Nya, dan seiring dengan itu mencintai-Nya lebih dari yang lain, dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya tanpa yang lain…”
Label:
Nasaihul Ibadah
Langganan:
Postingan (Atom)