"Lagu Panggilan Jihad.mp3"

Sabtu, 21 Mei 2011

Sikap Manusia Dalam Menjalani Kehidupan Di Dunia Ini

Agar manusia dan jin tidak tertipu oleh keindahan hidup di dunia dan terpedaya oleh bujuk rayu syetan, Allah Swt memperingatkan mereka akan kecilnya kenikmatan hidup di dunia, bila dibandingkan dengan kenikmatan hidup di akhirat.

Banyak ayat Alqur'an dan Hadits nabawi yang menegaskan betapa remeh, tidak berharga, dan tercelanya dunia dengan segala bentuk keindahan dan perhiasannya. adalah fiman Allah SWT:

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang di ingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda-kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang, itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga). (QS Ali Imran 3: 14).

Demi Allah, Tidaklah nilai kenikmatan hidup di dunia dan di akhirat kelak kecuali seperti salah seorang di antara kalian yang memasukkan sebuah jarinya ke dalam air laut. Maka hendaklah ia melihat berapa banyak air yang menempel pada jarinya manakala diangkat dari dalam air laut. (HR Al Hakim, Ibnu Majah No 4098 dan At Tirmidzi No. 2245)

Orang-orang yang beriman dan bertaqwa tidak akan tertipu oleh keindahan hidup di dunia dan bujuk rayu setan. Mereka akan mempergunakan seluruh kenikmatan duniawi yang mereka miliki sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan bekal ke akhirat kelak. Mereka hanya mengambil kenikmatan dunia sebatas apa yang mencukupi standar kelayakan hidup semata. Selebihnya mereka curahkan untuk beramal shaleh demi mengharapkan kenikmatan hidup yang lebih baik dan kekal di Surga kelak.

Firman Allah SWT :
Maukah kalian Aku beritahukan hal yang lebih baik dari seluruh harta kekayaan tersebut ? Yaitu orang-orang yang bertaqwa. Bagi mereka di sisi Rabb ada surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya, bagi mereka pasangan-pasangan yang suci dan ridha dari ALlah. Dan Allah Maha Mengetahui hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imran : 15).

Maka bertaqwalah kepada Allah SWT menurut kesanggupan, dengarlah dan taatilah perintah dan larangan-Nya dan infakkanlah kebaikan (harta yang banyak) untuk kebaikan diri sendiri. Dan barangsiapa dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Sebaliknya, orang-orang yang musyrik, kafir, munafik dan orang-orang yang banyak berbuat dosa menjadikan kenikmatan hidup duniawi sebagai tujuan hidup dan cita-cita utama. Mereka rela bekerja keras demi mendapatkan fasilitas hdup duniawi yang mewah. Untuk itu, mereka siap melakukan cara apapun tak peduli melanggar larangan-larangan Allah SWT dan Rasul-Nya dan tak peduli bila lalai dari mengerjakan perintah-perintah-Nya. Kecintaan kepada kenikmatan hidup duniawi membuat mereka mempergunakan segenap akal, pikiran, tenaga, waktu dan biaya dalam rangka mendapatkan kekayaan dan kenikmatan hidup yang lebih banyak. Bagi mereka kenikmatan hidup di dunia adalah segala-galanya. Jika mereka mampu meraih kesuksesan materi dan kekayaan yang besar, mereka mempergunakannya untuk berfoya-foya, hidup mewah dan mencari kepuasan syahwat mereka. Sebaliknya jika ditimpa kemiskinan dan kegagalan materi, mereka berputus asa, berkeluh kesah dan menempuh cara-cara yang haram demi meraih kenikmatan hidup duniawi.

Firman Allah SWT :
Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya niscaya Kami berikan balasan yang penuh atas pekerjaan mereka di dunia dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak akan memperoleh balasan di akhirat kecuali Neraka dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Hud : 15 - 16).

Dengan demikian semoga kita bisa mempersiapkan diri sebaik baiknya dan merih kebahagiaan dalam kehidupan abadi selanjutnya.

Senin, 02 Mei 2011

Dunia Adalah Ladang Akhirat

Setiap muslim harus mempertimbangkan kepentingan akhirat dalam setiap aktivitasnya. Allah berfirman, ”Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedangkan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka, apakah kamu tidak memahaminya? Maka, apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (QS 28: 60-61).

Rasulullah SAW bersabda: “Dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam (tempat melakukan amal ibadah dan amal kebajikan) yang hasilnya dipanen kelak di negeri akhirat.”

Jangan terlena dengan dunia ini, jangan buang-buang waktu, manfaatkan setiap detik hidup kita yang masih tersisa di dunia ini untuk:

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub) dengan memperbanyak dzikir dan amal ibadah lainnya.
2. Mengerjakan berbagai amal sholeh dan kebaikan walaupun sekedar memberikan sebutir kurma kepada orang lain
3. Membekali diri dengan takwa
4. Menggunakan kenikmatan yang diberikan Allah SWT (harta, waktu luang, kesehatan) untuk taat kepada-Nya.
5. Mensyukuri nikmat Allah SWT dengan menggunakan nikmat tersebut untuk semakin lebih taat kepada-Nya. Menggunakan nikmat harta, nikmat waktu, nikmat sehat untuk digunakan sebagai sarana dan fasilitas untuk beribadah lebih banyak lagi kepada-Nya.

Semoga kita tidak termasuk umat yang digambarkan Allah SWT seperti dalam firman-Nya, “Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka, ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku bias mengerjakan amal shalih yang dulunya aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99-100)

Atau firman Allah SWT, “Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian, hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku, seandainya Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.’ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Munafiqun: 10-11)

Sabtu, 30 April 2011

Iblis Musuh Manusia

Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh karena itu, manusia hendaklah senantiasa waspada sebab iblis senantiasa melihat tepat pada sasarannya. Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

1 Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.

2 Bacalah Al-Qur'an

3 Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

4 Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.

5 Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.

6 Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

7 Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

8 Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.

9 Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.

10 Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Sabtu, 16 April 2011

Hakikat Hidup Yang Sebenarnya

Allah menciptakan langit Bumi dan semua makhluk hidup maupun benda mati yang ada di dalamnya, dengan sebuah maksud yang jelas, penciptaan makhluk sama sekali bukanlah sebuah permainan, kesia-siaan, dan kebetulan belaka, semua makhluk di ciptakan oleh Allah untuk sebuah tujuan yang benar dan hikmah yang agung,

Allah Berfirman:
" Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian main-main belaka (tanpa ada maksud) dan bahwa kalian tidak akan di kembalikan kepada Kami?" (QS Al Mukminun 23:115).

Tujuan dan penciptaan langit, Bumi, manusia, jin, dan seluruh makhluk lainnya adalah untuk menguji ketaatan manusia dan jin kepada Allah SWT, niscaya akan mendapatkan balasan kenikmatan di akhirat, dan barang siapa mendurhakai Allah niscaya akan mendapatkan balasan siksa di akhirat, Allah menciptakan jin dan manusia, semata-mata agar mereka menegakkan taukhit, beribadah Kepada-Nya semata dan meninggalkan segala bentuk ibadah kepada selain-Nya.

Telah kita sadari dan fahami bersama bahwa tugas pokok manusia sebagai hamba Allah yang diciptakan di muka bumi adalah beribadah kepadaNya, kewajibanya yang harus di lakukannya sendiri tidak boleh diwakilkan, tidak bisa di tunda kapan saja, di mana saja, dalam keadaan apa saja bagaimana saja tidak boleh ditinggalkan dengan alasan apapun.

Hal ini telah ditetapkan dan ditegaskan oleh Allah dalam Al - Qur'an : "Dan aku ( Allah ) tidak menjadikan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepadaku". Setelah Allah menetapkan suatu kewajiban terhadap jin dan manusia untuk beribadah, kemudian Allah mengutus para nabi dan rasulnya dengan di beri wahyu yang berisikan syariat dan tuntunan cara ibadahyang harus dikerjaka secara murni.

Ketentuan ini telah di firmankan oleh Alloh dalam Al - Qur'an : "Beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan agama kepadaNya" , dan sabda nabi : "Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amalan ibadah kecuali amalan yang murni dan mencari wajah Allah ( karena Allah )

Dari dalil di atas telah dapat dimengerti dan di fahami bahwa beribadah harus benar benar murni tidak boleh di campuri, di tambah atau dikurangi. Beribadah secara murni akanditerima Allah dan di masukan dalam surga. Sebaliknya jika tidak murni akan di tolak oleh Allah dan akan dimasukan ke dalam neraka.

Bagi umat muslim,ini yg perlu di perhatikan:
a. Tujuan hidup : Mencari ridho Allah swt.
b. Fungsi hidup : Sebagai Khalifah Allah swt.
c. Tugas hidup : Beribadah hanya kepada Allah swt.
d. Alat hidup : Segala kenikmatan yang diberikan Allah swt.
e. Teladan hidup : Nabi Muhammad rasulullah saw.
f. Pedoman hidup : Al-Qur’an sebagai firman Allah swt.
g. Kawan hidup : Orang yang berjuang karena Allah swt.

Rabu, 30 Maret 2011

Keutamaan Doa

1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)

2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)

3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).

4. Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)

5. Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)

6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)

7. Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)

8. Bermohonlah kepada Robbmu di saat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (hadits Qudsi): "Barangsiapa berdo'a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do'anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya." (Ar-Rabii')

9. Ada tiga orang yang tidak ditolak do'a mereka: (1) Orang yang berpuasa sampai dia berbuka; (2) Seorang penguasa yang adil; (3) Dan do'a orang yang dizalimi (teraniaya). Do'a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, "Demi keperkasaanKu, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Tirmidzi)

10. Barangsiapa tidak (pernah) berdo'a kepada Allah maka Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad)

11. Apabila kamu berdo'a janganlah berkata, "Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki." Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)

13. Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah 'Azza wajalla turun ke langit bumi dan berfirman : "Adakah orang yang berdo'a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?" Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad)

14. Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada do'a. (HR. Ahmad)
15. Tiga macam do'a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do'a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

16. Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)

17. Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)

18. Barangsiapa mendo'akan keburukan terhadap orang yang menzaliminya maka dia telah memperoleh kemenangan. (HR. Tirmidzi dan Asysyihaab)

19. Ambillah kesempatan berdo'a ketika hati sedang lemah-lembut karena itu adalah rahmat. (HR.Ad-Dailami)

20. Ali Ra berkata, "Rasulullah Saw lewat ketika aku sedang mengucapkan do'a : "Ya Allah, rahmatilah aku". Lalu beliau menepuk pundakku seraya berkata, "Berdoalah juga untuk umum (kaum muslimin) dan jangan khusus untuk pribadi. Sesungguhnya perbedaan antara doa untuk umum dan khusus adalah seperti bedanya langit dan bumi." (HR. Ad-Dailami)

21. Berlindunglah kepada Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan dari kesengsaraan hidup yang bersinambungan (silih berganti dan terus-menerus) dan suratan takdir yang buruk dan dari cemoohan lawan-lawan. (HR. Muslim)

22. Tidak ada manfaatnya bersikap siaga dan berhati-hati menghadapi takdir, akan tetapi do'a bermanfaat bagi apa yang diturunkan dan bagi apa yang tidak diturunkan. Oleh karena itu hendaklah kamu berdoa, wahai hamba-hamba Allah. (HR. Ath-Thabrani)

23. Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)


Doa adalah ibadah. Doa adalah senjata. Doa adalah benteng. Doa adalah obat. Doa adalah pintu segala kebaikan.

Allah memiliki dua sifat agung, yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Tentang dua sifat itu, Abdullah Ibnul Mubarak berkata: "Ar-Rahman yaitu jika Dia diminta pasti memberi, sedang Ar-Rahim yaitu jika tidak dimintai maka Dia murka." (Fathul Bari 8/155).
Allah berfirman:

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah: 186)


Sumber:
1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath

Minggu, 20 Maret 2011

Bagiamana Cara Kita Bertawakkal

Sikap tawakkal tentu saja tidak bisa muncul dengan sendirinya,tanpa adanya penghayatan terhadap akidah atau tauhid secara benar, misalnya penghayatan terhadap luasnya makna Laa Ilaaha Illallah , atau keluasan
Asmaul Husna,sehingga melahirkan sikap akidah yang mantap. Keyakinan yang mantap teralisir dalam aplikasi sebagai seorang muslim yang mempunyai akhlakul karimah. Seperti kesabaran yang kuat, keistiqomahan yang mantap, sifat qonaah, ketenangan qalbu (muthmainah) yang baik. Termasuk di dalamnya sifat tawakkal yang sebenarnya. Semua itu harus betul-betul dipahami dengan pemahaman yang sempurna. Sebuah contoh dari seorang alim yang pemahaman Islamnya sempurna, ia adalah Hatim al-Sham (237 H). Ketika ia di tanya tentang tawakkal. “Atas dasar apa anda bangun urusan anda dalam hal tawakkal”. Kemudian ia menjawab: “ Berdasarkan empat perkara: Pertama : Aku tahu bahwa rezekiku tidak akan di makan oleh selainku, maka hatiku tentram dengannya. Kedua : Aku tahu bahwa amalku tidak dilakukan oleh orang selainku,maka aku sibuk dengannya. Ketiga : Aku tahu bahwa kematian itu datang dengan tiba-tiba, maka aku berpacu dengannya. Keempat:aku tahu bahwa aku tidak pernah sepi dari pengawasan Allah,maka aku malu kepada-Nya.

Minggu, 27 Februari 2011

Yaasiin Fadhilah


Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Jinn. Dinamai Ya Sin karena dimulai dengan huruf Ya Sin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang terdapat pada ayat permulaan surah ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al-Quran bahwa Muhammad SAW benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

Surah ini mempunyai kedudukan tersendiri dalam tradisi kehidupan sebagian umat Islam. Meskipun keabsahan tradisi tersebut diperdebatkan, surah Ya Sin sering dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti ketika seseorang sedang menghadapi sakratul maut, malam Jumat, malam Nisfu Sya'ban, tahlil, dan lain sebagainya.

Diantara keutamaan surat Yasin adalah dikeluarkan oleh Addarimiy hadits dari Anas ra marfu ' "Barangsiapa yg membaca surat Yaasiin maka pahalanya menyamai 10X khatam Alqur'an" (Mushonnif Abdurrazak); diriwayatkan dari Ma'mar ra bahwa" dalam segala sesuatu ada jiwanya, dan jiwa Alqur'an adalah surat Yaasiin" (Mushonnif Abdurrazak Juz 3 hal 372); "Bacalah surat Yaasiin karena padanya terdapat 10 keberkahan, mereka yg membacanya dalam keadaan lapar makan akan diberi rizki hingga kenyang, mereka yg haus akan diberi minum hingga sirna hausnya, mereka yg tak punya baju akan diberikan baju, mereka yg belum menikah maka akan diberikan jodohnya, mereka yg ketakutan maka akan diamankan dari ketakutannya, mereka yg dipenjara kecuali akan dikeluarkan, mereka yg dalam perjalanan maka akan diberi bantuan dalam perjalananya, mereka yg kehilangan maka akan dikembalikan padanya, mereka yg sakit akan disembuhkan, jika dibacakan pada mayyit maka akan diringankan baginya" (Baghiyyatul Haarits juz 1 hal 52).


Tetapi tidak semua orang tahu apa yang dimaksud Yasin Fadhilah. Namun dikalangan warga pesantren sangat akrab dengan Yasin Fadhilah.

Yaasiin Fadhilah berisi surat yaasiin yg ditambahi doa, sebagaimana kita disunnahken oleh Rasul saw bila membaca ayat mengenai azab, maka kita berhenti dan memohon perlindungan Allah atas siksa Nya, demikian pula ayat Rahmat, atau surga dan lainnya, sunnah berhenti dan berdoa dengan makna yg sedang dibacanya, atau mengulang ulang suatu ayat, ini pun dilakukan oleh Rasul saw. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang bersumber dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman ra beliau berkata: "Pada malam hari saya pernah shalat bersama Nabi Saww, lalu beliau membuka Surat Al-Baqarah, Surat Ali Imraan, dan Surat An-Nisaa' kemudian membacanya dengan tartil. Apabila beliau melewati ayat yang didalamnya terdapat tentang mensucikan Allah, maka beliau membaca "Sumhaanallaah." Apabila beliau melewati (ayat) tentang permohonan, maka beliau memohon (berdo'a) dan apabila beliau melewati (ayat) tentang permohonan perlindungan, maka beliau memohon perlindungan kepada Allah."(HR. Imam Muslim).

Dalam Yaasiin fadhilah di antara ayat Surat Yasin ada yang diulang sampai tiga kali atau lebih. Mengulang-ulang satu ayat ada contoh dari Rasulullah Saww sebagaimana disampaikan oleh Abu Dzarrin ra beliau berkata: "Nabi Saww pernah bangun malam dengan membaca sebuah ayat dan mengulang-ulang ayat itu, sehingga sampai pada pagi hari. Ayat tersebut adalah: In tu'adzdzibhum fa innahum 'ibaaduka (Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu)". (HR.Imam Nasa'I dan Ibnu Majah).

Jadi Yaasiin fadhilah adalah surat yaasiin yg telah dibubuhi doa pada beberapa ayat ayatnya, secara konteks doa dan yaasiin keseluruhan, hal ini tidak dilakukan oleh Rasul saw, namun para ulama mengumpulkan beberapa hadits hadits dan atsar shahabat dan qaul ulama dari doa doa yg dibaca pada ayat ayat tertentu dalam surat Yaasiin, lalu mengumpulkannya dan menamakannya Yaasiin Fadhiilah. (surat Yaasiin yg mulia)

Pengikut